Berita Palangkaraya

Positif Covid-19 Kembali Naik, GKE Sakatik Palangkaraya Batasi Jumlah Jemaat Hingga 30 Persen

Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Sakatik Palangkaraya menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat kepada jemaat yang hendak beribadah

Penulis: Pangkan B | Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Kalteng/Pangkan Bangel
Penerapan Prokes pada ibadah sore di GKE Sakatik Palangkaraya, Minggu (6/2/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang kini kembali meningkat, Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Sakatik Palangkaraya menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat kepada jemaat yang hendak beribadah.

Jumlah jemaat dibatasi di setiap peribadahan yakni maksimal 30 persen dari jumlah jemaat gereja.

Hal ini dilakukan mencegah terjadinya penularan terutama terbentuknya klaster baru.

Selain membatasi jumlah jemaat, menurut anggota Protokol Kesehatan GKE Sakatik, Tobi, jemaat juga wajib menggunakan masker dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer sebelum masuk ruang ibadah.

"Juga selalu menjaga jarak saat duduk,” jelasnya pada Tribunkalteng.com, Minggu (6/2/2022).

Baca juga: Ketua IDAI Kalteng Sarankan PTM Tidak 100 Persen, Satgas Covid-19 Diminta Lebih Aktif Pantau Sekolah

Baca juga: Taman Pasuk Kameloh dan Nyahu Papan Taliwu Ditutup, Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Palangkaraya

Baca juga: Setelah SMAN 1, Kini Siswa SMP Katolik Santo Paulus Terkonfirmasi Covid-19, PTM Dihentikan

GKE Sakatik Palangkaraya melaksanakan ibadah Minggu sebanyak 2 kali, pada pagi dan sore hari.

“Jadwal ibadah pagi pukul 08.00 WIB dan ibadah sore pukul 17.00 WIB,” ujar Tobi.

Sebelum dan sesudah digunakan, ruang ibadah pun disemprot desinfektan.

Pemeriksaan kondisi jemaat pun dilakukan dengan mengecek aplikasi PeduliLindungi.

“Selain itu, ada petugas prokes GKE Sakatik yang melakukan pengecekan ke dalam ruang ibadah tiap 15 menit untuk melihat ketaatan prokes jemaat,” ungkap Tobi.

Penerapan Prokes pada ibadah sore di GKE Sakatik Palangkaraya, Minggu (6/2/2022).
Penerapan Prokes pada ibadah sore di GKE Sakatik Palangkaraya, Minggu (6/2/2022). (Tribun Kalteng/Pangkan Bangel)

“Saat ini Kota Palangkaraya kembali dilanda kasus Positif Cobid-19. Karena itu sebagai upaya pencegahan, jemaat harus menaati prokes yang ditetapkan pihak gereja,” lanjutnya.

Meski sebenarnya diperbolehkan hingga 50 persen,  pihak GKE Sakatik Palangkaraya menerapkan 30 persen.

“Paling hanya sekira 150-170 jemaat saja yang diperbolehkan ibadah tatap muka dari 800 jemaat. Lalu bagi jemaat lainnya, ibadah Minggu kami siarkan melalui kanal youtube.com GKE Sakatik,” kata Tobi. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved