Doa dan Amalan Islam

Tidak Ada Batasan Hari Puasa Rajab, Ini Penjelasan Hadist, KH Maimoen Zubair Sebut Puasa di 10 Rajab

Mulai kapan Puasa Rajab 2022 dilaksanakan? Berapa hari Puasa Rajab? Berikut penjelasannya seusai hadist

Editor: Dwi Sudarlan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mendiang ulama KH Maimoen Zubair yang semasa hidup pernah menjelaskan tentang keistimewaan Puasa Rajab serta kapan dan berapa lama puasa di bulan mulia itu dilakukan. 

Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam video ceramahnya yang diunggah di YouTube menjelaskan, anjuran puasa sunnah di Bulan Rajab menurut hadist Nabi.

“Hadist Rasulullah tentang keutamaan bulan Rajab sahih, tetapi tak ada disebutkan tentang amalan khususnya. Cuma disebutkan secara umum yaitu berpuasalah di bulan-bulan haram," jelas UAS.

"Haram di sini berarti mulia, berasal dari kata Bahasa Arab, yaitu hurum, berarti kehormatan, mulia. Jadi bulan-bulan haram itu artinya adalah bulan-bulan mulia,” lanjutnya.

Dijelaskan bahwa terdapat 4 bulan yang dimuliakan dalam Islam (al-Asyhur al-Hurum) yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijah, Muharram dan Rajab.

“Sesuai hadist tersebut, disebutkan anjuran agar kita berpuasa di bulan-bulan ini. Jadi, khusus Rajab tak ada dijelaskan apa saja amalan khususnya karena di hadist ini penjelasannya secara umum tak mengkhususkan ke Rajab,” tambahnya.

Selama Rajab, selain berpuasa, Ustadz Abdul Somad menjelaskan umat Islam bisa menghiasinya dengan amalan-amalan lain.

Misalnya Shalat Sunnah, membaca Alquran, berdzikir atau bersedekah.

Adapun pelaksanaan Puasa Rajab dilakukan di tanggal 1-10 Rajab

Doa bulan Rajab, di bulan mulia ini sobat muslim dianjurkan menjalankan Puasa Rajab.
Doa bulan Rajab, di bulan mulia ini sobat muslim dianjurkan menjalankan Puasa Rajab. (Tribunkalteng.com)

Sementara, semasa hidup ulama, KH Maimoen Zubair juga pernah menyatakan, Puasa Rajab sebaiknya dilakukan pada tanggal 1 hingga tanggal 10 Rajab.

"Dalam bulan Rajab hendaknya kita melaksanakan Puasa Rajab. Puasa Rajab itu bagusnya dilakukan mulai tanggal satu hingga tanggal 10," ucap KH Maimoen Zubair, dikutip dari YouTube Tholabul Halal berjudul 'Anjuran Puasa Rajab, KH Maimoen Zubair'.

"Jika tidak kuat, puasalah hanya tanggal 10. Jika kuatnya dua hari, puasa tanggal 1 dan 10. Ini bagus. Bulan Rajab kita puasai.

Sebab apa? Sebab pada tanggal 10 Rajab Sayyidah Aminah berkumpul dengan Sayyidina Abdullah. Kalian sudah faham "berkumpul" belum?

Malam Jumat tanggal 10 Rajab Sayyidah Aminah dan Sayyidina Abdullah berkumpul, tahu kumpulnya pengantin? Tahu? Kumpul pada malam Jumat tanggal 10 Rajab maka turunlah sukma Sayyidina Abdullah kepasa Sayyidah Aminah bersama dengan turunnya nur (Cahaya) Kanjeng Nabi Muhammad. Maka dari itu, sebisa mungkin puasalah pada tanggal10 Rajab," jelas  KH Maimoen Zubair.

Kebiasaan berpuasa di bulan Rajab juga dilakukan pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang tersebut.
 
"Saya itu Puasa Rajab pada tanggal 10 saja. Terkadang tanggal 1 dan 10," kata Kiai Maimoen mengungkap kebiasannya menjalankan Puasa Rajab.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved