Berita Palangkaraya

Lonjakan Kasus Covid-19 di Kalteng, Masyarakat Diminta Tak Panik & ASN Diimbau Tak Keluar Kota

Terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Kalteng hendaknya masyarakat tak panik dan khawatir namun tetap patuhi prokes dan ASN diminta tak keluar kota

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya untuk Tribunkalteng.com
Petugas medis tengah memeriksa pasien terkonfirmasi Covid-19 di rumah sakit beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang cukup signifikan Kalimantan Tengah, khususnya di Kota Palangkaraya dan beberapa daerah lainnya.

Covid-19 varian Omicron pun kini dicurigai masuk di Bumi Tambun Bungai.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kalteng, Falery Tuwan juga meminta masyarakat Kalteng untuk tidak panik.

Melihat adanya lonjakan kasus Covid-19, Falery dan jajarannya berupaya menekan laju penularan dan kasus positif Covid-19.

“Masyarakat diharapkan untuk tetap disiplin protokol kesehatan (prokes),” ujarnya kepada Tribunkalteng.com.

Selain itu, percepatan vaksinasi dan  vaksin booster pun terus dikebut agar mencapai herd immunity yang bagus untuk kekebalan terhadap virus ini.

Baca juga: Kasus Baru Didominasi ASN, Satgas Covid-19 Palangkaraya Usulkan Pembatasan Perjalanan ke Luar Kota

“Masyarakat juga harus mendapatkan vaksin pertama dan kedua, jika sudah mari tingkatkan dengan vaksin booster atau vaksin ketiga,” jelasnya Falery Tuwan.

Mengenai awal masuknya diduga Covid-19 varian Omicron ke Kalimantan Tengah, melalui perjalanan dinas.

Falery Tuwan meminta untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak bepergian terlebih dahulu.

“Saya mengimbau ASN untuk tidak bepergian ke luar daerah,” ujar Falery.

Baca juga: Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Palangkaraya Optimistis PPKM Kota Cantik Turun ke Level 1

Tidak ada yang bisa menebak kapan terjadinya ledakan kasus, semua masih dalam prediksi saja.

“Kita akan memperkuat kapasitas rumah sakit (RS) apabila terjadi lonjakan kasus di Kalteng,” tutup Falery Tuwan.

Seperti diketahui kasus positif Covid-19 varian Omicron yang kian bertambah, bahkan di Indonesia sendiri sudah mencapai belasan ribu.

Baca juga: Hasil Uji Laboratorium Sampel Dua Pasien Covid-19 Diduga Terpapar Omicron Perlu Waktu Seminggu

Meski adanya imbauan agar tetap tenang oleh pemerintah, namun masyarakat tetap khawatir terpapar Omicron.

Pemerintah pun memprediksi puncak kasus akan terjadi pada akhir Februari 2022.

Berbagai upaya pun dilakukan oleh pemerintah untuk menekan laju penularan Covid-19 varian Omicron tersebut. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved