Berita Palangkaraya

Kasus Covid-19 di Palangkaraya Meningkat, PTM di Sekolah Tetap Berjalan

Penerapan PTM di sekolah-sekolah yang ada di Palangkaraya masih dilaksanakan walaupun kondisi di Palangkaraya ini kasus Covid-19 mulai ada meningkat

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
Muhammad Lamsi/Tribunkalteng.com
SMK Al-Ishlah Kota Palangkaraya, mulai melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan pesyaratan yang telah ditetapkan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Seminggu lebih kenaikan jumlah Covid-19, mengalami meningkat di Kalimantan Tengah termasuk Kota Palangkaraya.

Meningkatnya kasus Covid-19 terlihat sangat signifikan setiap harinya, dengan jumlah kasus yang cukup banyak.

Walaupun begitu pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen terus masih dilakukan oleh seluruh sekolah yang ada di Kota Cantik.

Hal itu Berdasarkan pantauan Tribunkalteng.com PTM ke sejumlah sekolah yang ada di Kota Palangkaraya.

Menurut Kepala MTs Negeri 1 Palangkaraya Rita Sukaesih mengungkapkan, saat ini PTM masih berjalan seperti biasanya, walaupun jumlah kasus Covid-19 mulai naik.

"Untuk sementara waktu masih mengikuti aturan surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri yang mengatur terkait dengan PTM," Ucap Rita Sukaesih, Rabu (2/2/2022).

Baca juga: Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Palangkaraya Naik, Belum Ada Pembatalan PTM oleh Disdik & Sekolah

Baca juga: Kadisdik Pastikan PTM Kota Palangkaraya Berjalan Lancar, Vaksinasi Pelajar Digencarkan

Jelasnya, untuk Kota Palangkaraya sendiri saat ini juga masih berada di level 2 yang mana PTM masih dapat dilaksanakan.

"Jika ada larangan terkait PTM dari Kemenag Kota, Kanwil Kemenag Provinsi, dan walikota atau gubernur maka kita akan meniadakan kembali PTM," Ucap Kepala MTs Negeri 1 Palangkaraya.

Rita Sukaesih mengungkapkan, pihak MTs Negeri 1 Palangkaraya hanya mengikuti aturan dari pemerintah, apabila ada intruksi terkait larangan PTM maka pihak sekolah langsung mengikuti aturan tersebut.

Baca juga: Anggota DPRD Palangkaraya Sebut PTM 100 Persen Perlu Dilakukan Persiapan Menyeluruh

Terpisah Anggota DPRD Kota Palangkaraya Komisi C Sigit Widodo mengungkapkan dengan adanya peningkatan kasus maka akan membahayakan siswa.

"Jika PTM terus dilakukan maka antisipasi dari orang tua siswa, pihak sekolah, dinas pendidikan sebagai fungsi kontrol untuk mengingatkan protokol kesehatan," Ujarnya

Tambah Sigit Widodo, jika sudah ada terkonfirmasi Omicron di Kota Palangkaraya maka PTM harus ditinjau ulang. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved