Berita Kalteng

M Gumarang : Harusnya Harga Minyak Goreng Daerah Penghasil CPO Kalteng Lebih Murah

Tingginya harga minyak goreng termasuk Kalteng sebagai daerah penghasil Crude palm Oil (CPO) ditanggapi Pemerhati Sosial Kalteng, Muhammad Gumarang.

Editor: Fathurahman
faturahman/tribunkalteng.com
Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Kalimantan Tengah, Muhammad Gumarang saat memaparkan soal kenaikan harga minyak goreng dan kebijakan pemerintah tentang pembangunan industri hilir hasil kebun kelapa sawit. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT -Tingginya harga minyak goreng yang terjadi dibeberapa daerah termasuk di Kalteng sehingga muncul kebijakan pemerintah satu harga minyak goreng kemasan sederhana dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 perliter.

Baru-baru ini muncul lagi kebijakan kewajiban exportir CPO 20 persen dari total export untuk kelangsungan kebutuhan bahan baku minyak goreng domestik yang dikenal dengan istilah kebijakan Domestic Market Obligation (DMO).

Juga Domestic Price Obligation (DPO) sehingga harga CPO dipatok Rp 9.300 perkilogram untuk menjaga harga bahan baku minyak goreng kebutuhan domistik.

Ini mendapat tanggapan, Pemerhati Sosial Kalteng, Muhammad Gumarang, Selasa (1/2/2022).

Penasehat Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kotim ini, mengungkapkan, dia prihatin harga minyak goreng di Kalteng cukup tinggi tersebut.

Baca juga: Pedagang Pasar Kahayan Enggan Turunkan Harga Minyak Goreng, Masih Jual Harga Tinggi, Ini Alasannya

Baca juga: Minyak Goreng Rp 14.000 Masih Susah Dicari, Besok Harga Diturunkan Jadi Rp 11.500 per Liter

Baca juga: NEWS VIDEO, Jual Stok Lama Harga Lama Minyak Goreng Pasar Kahayan Sepi Pembeli

Bahkan harganya sempat meroket bervariatif ada yang mencapai lebih Rp 23.000 perliter untuk kemasan premium dan minyak goreng curah juga naik mencapai Rp 17.000 perliternya.

Gumarang yang juga Mantan Ketua Gabungan Perusahaan Perkebunan Seluruh Indonesia (GPPI) Kotim ini, menyayangkan, Kalteng sebagai salah satu Provinsi Penghasil Crude Palm Oil (CPO) terbesar, yang juga sebagai bahan baku minyak goreng, malah harga minyak goreng yang dijual di Kalteng juga mahal.

Menurut, Gumarang yang juga Mantan Ketua APINDO Kotim ini, meminta agar pemerintah pusat mendesak perusahaan besar swasta (PBS) Perkebunan Kelapa Sawit yang ada di Kalteng untuk membangun Industri Hilir di Kalteng khususnya di Kabupaten penghasil CPO.

Keberadaan Industri Hilir Sawit di Kalteng tentu akan sangat menguntungkan Kalteng sebagai provinsi penghasil bahan baku minyak goreng yakni CPO.

"Harusnya harga minyak goreng di Kotim atau Kalteng sebagai daerah penghasil CPO lebih murah dibanding harga minyak goreng di pulau jawa. Kita selama ini hanya memasok CPO ke Pulau Jawa, karena Kalteng belum ada industri hilir pengolahan minyak goreng," timpalnya 

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved