Liga 2 2022

Sinyal PSMS Medan Jatuh ke Pelukan Menantu Presiden Jokowi, Edy Rahmayadi Singgung soal Saham

Sinyal alias tanda-tanda PSMS Medan bakal berganti pengelolaan pada Liga 2 2022 kian terang, dari Edy Rahmayadi ke menantu Jokowi Bobby Nasution

Editor: Rahmadhani
Instagram
Wali Kota Medan, Bobby Nasution dan istrinya Kahiyang Ayu. Menantu Presiden Joko Widodo itu kini dikaitkan dengan pengelolaan PSMS Medan untuk Liga 2 2022 

TRIBUNKALTENG.COM - Sinyal alias tanda-tanda PSMS Medan bakal berganti pengelolaan pada kompetisi Liga 2 2022 mulai menemui titik terang.

PSMS Medan kini tengah dikaitkan dengan Wali Kota Medan yang juga menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Afif Nasution.

Gagalnya PSMS Medan memenuhi target promosi ke Liga 1 musim depan menang membuat sejumlah stakeholder menginginkan perombakan besar-besaran.

Suporter PSMS bahkan menginginkan pengelolaan tim berjuluk Ayam Kinantan diganti, yang sebelumnya dikomandoi Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi, yang belakangan diketahui memiliki saham besar di sana.

Nama Bobby Nasution kemudian muncul. Peluang itu tampaknya cukup terbuka lebar.

Pasalnya, Edy mengaku siap menyerahkan PSMS Medan untuk dikelola oleh Wali Kota Bobby Afif Nasution.

"Kalau wali kota kepingin kelola PSMS, kelola," ucap Edy, Jumat (28/1/2022).

Baca juga: Target Carlos Fortes cs, Link Live Streaming Arema vs Persipura Siaran Indosiar Liga 1 Jam 20.45 WIB

Baca juga: Jumlah Uang yang Dibutuhkan PSMS Buat Rekrut Pemain Mumpuni di Liga 2 2022 & Penuhi Target SMeCK

Meski demikian, ada syarat yang wajib dipenuhi, yakni membuat PSMS Medan benar-benar berjaya. Bukan malah nantinya justru menjadikan PSMS menjadi tim pesakitan.

Apalagi menjadikan tim Ayam Kinantan sebagai alat politik.

Edy menegaskan, bahwa PSMS merupakan salah satu heritage, punya sejarah panjang dan prestasi di kancah persepakbolaan Indonesia, khususnya Sumut.

Banyak pemain nasional maupun pemain ternama dahulunya dilahirkan dari klub tersebut.

"Dengan syarat jangan kau hancurkan PSMS. Karena itu kebanggaan rakyat Sumut. Saya mohon itu dimengerti," tegas mantan Pangkostradi itu.

Edy pun bercerita awal dirinya mengelola PSMS Medan, yakni tahun 2015 saat masih menjabat sebagai Pangdam I Bukit Barisan.

Sebagai putra daerah, dan mengetahui kondisi PSMS tengah dihadapkan dengan dualisme kepengurusan. Ia pun merasa tergerak untuk membenahi PSMS.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved