Kalteng Kecam Penghina Kalimantan

Ketua Harian DAD Kalteng: Proses Hukum Edy Mulyadi CS, Provokatif & Menghina Masyarakat Kalimantan

Tokoh masyarakat Kalteng, mengecam aksi Edy Mulyadi CS yang menghina Kalimantan, kecaman datang dari ketua Harian DAD Kalteng Andrie Elia Embang

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Ketua Harian DAD Kalteng Andrie Elia saat menghadiri aksi damai di Tugu Soekarno, Palangkaraya, menyampaikan aspirasi atas pernyataan Edy Mulyadi CS yang meresahkan masyarakat Kalteng, Senin (23/1/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Sejumlah ormas dan tokoh masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng), mengecam aksi Edy Mulyadi CS yang menghina masyarakat Kalimantan.

Kecaman datang dari tokoh adat Kalteng Andrie Elia  merasa sangat tersinggung dan terluka atas pernyataan Edy Mulyadi CS, aparat penegak hukum diminta memproses hukum.

"Pemerintah melalui aparat penegak hukum, Polri atau Polda harus menindak tegas Edy Mulyadi CS," tegas Andrie Elia Embang kepada Tribunkalteng.com, Senin (24/1/2022).

Menurut, Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini, perkataan Edy Mulyadi CS yang viral di media sosial bersifat provokatif dan menghina masyarakat Kalimantan.

Keberadaan masyarakat Kalteng sudah kondusif dengan keberagaman Bhineka Tunggal Ika, jangan dirusak dengan pernyataan yang begitu, tambahnya.

Baca juga: Tugu Soekarno Palangkaraya Jadi Lokasi Aksi Kecam Edy Mulyadi Penghina Kalimantan, Ini Maknanya

Baca juga: Breaking News, Di Tugu Soekarno, Koalisi Ormas Kalteng Kecam Edy Mulyadi, Penghina Kalimantan

"Tak hanya menghina, Edy Mulyadi CS sudah mencemarkan nama baik masyarakat Kalteng dan Kalimantan," tuturnya.

Rektor Universitas Palangkaraya (UPR) ini menilai, masyarakat yang tidak setuju pemindahan Ibu Kota baru di Kalimantan harusnya berpendapat dengan santun.

"Ibu kota baru yang sudah ditetapkan dengan nama Nusantara di Kalimantan, kalau ada yang tidak setuju silakan, namun jangan deskreditkan bahkan menghina suku tertentu," pungkas Andrie Elia. 

Baca juga: Edy Hina Kalimantan, Sekretaris Kesultanan Kutai: Kami Akan Kirim Jin ke Dia Bila Tidak Minta Maaf

Baca juga: Aksi Kecam Penghina Kalimantan di Tugu Soekarno, Massa Serukan Edy Diadili di Sidang Adat Dayak

Dikutip dari akun Twitter @YRadiato yang membagikan video, Edy Mulyadi mengatakan, ibu kota negara akan dipindah ke Kalimantan yang disebutnya sebagai tempat jin membuang anak.

Bahkan ia menyebut pasar bagi Ibu Kota Baru adalah kuntilanak dan genderuwo, selain itu orang disebelah Edy Mulyadi meneriakan hanya monyet yang membuat gempar dunia maya.

Dan sejumlah aksi unjuk rasa memprotes akan pernyataan Edy Mulyadi CS untuk segera meminta maaf. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved