Berita Kotim

Bangkai Buaya Panjang Tiga Meter Penghuni Pulau Hanaut Kotim Larut di Sungai Mentaya

Warga bantaran Sungai Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur, Kakimantan Tengah sejak, Selasa (18/1/2022) dikagetkan dengan bangkai buaya yang larut di

Editor: Fathurahman
Tangkapan Layar
Bangkai buaya ukuran tiga meter berseliweran di Sungai Mentaya Kotim Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT- Warga yang bermukim di bantaran Sungai Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur, Kakimantan Tengah sejak lima hari ini dikagetkan dengan buaya mati bangkainya larut di sungai.

Bangkai buaya berukuran sekitar tiga meter ini, sudah mengeluarkan bau busuk dalam jarak sekitar sepuluh meter ketika hanyut di sungai tubuh buaya tersebut dalam posisi terlentang dengan tubuh melembung.

Beberapa warga bantaran Sungai mengatakan, buaya tersebut larut dari arah Samuda menuju ke hulu sungai namun keesokan harinya kembali larut mengikuti arah arus air.

"Bangkai buaya itu larut lagi ke arah hulu menuju Sampit tapi posisi saat ini kami belum tau," ujar Saprudin warga Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Baca juga: Korban Meninggal Dunia Serangan Buaya 5 Meter Pulang Pisau Bukan Warga Asli Sebangau Kuala

Baca juga: Buaya Sungai Mentaya Kotim Mengganas, Warga Diserang Hingga Lengan Putus

Baca juga: Teman Korban Melihat Langsung Buaya 5 Meter Menyerang Samsul Saat Mengikat Galam di Sungai

Dia menyebutkan, buaya tersebut diduga berasal dari Pulau Hanaut yang menjadi habitat predator di Sungai Mentaya.

"Buaya itu sempat nyangkut di batang pohon dipinggiran sungai tapi pas air pasang bangkainya larut lagi," ujarnya.

Sementara itu, Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit, Muriansyah, saat dikinfirmasi terkait bangkai buaya yang larut di Sungai Mentaya tersebut membenarkannya.

Dia mengatakan saat ini, masih berburu bangkai buaya tersebut mencarinya karena posisinya masih belum di ketahui, bangkai buaya larut mengikuti arus Sungai Mentaya.

"Saya pagi ke Samuda untuk mencari bangkainya, kami mendapat informasi dari warga ada buaya tiga meter mati sudah busuk sehingga kami saat ini lagi melakukan pencarian," ujar Muriansyah yang sudah lama bergelut menangani Buaya di Kotim ini kepada Tribunkalteng.com.

Muriansyah  melaporkan, buaya tersebut awalnya ditemukan mati terdampar di pantai perairan desa Babirah Kacamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotim.

"Hari sabtu tanggal 15 Januari 2022 tadi saya coba menelusuri info itu," ujarnya.

Info yang didapat, pada tanggal 14 Januari malam hari, memang benar ada buaya yang mati terdampar di perairan pantai Desa Babirah, Pulau Hanaut, bahkan sempat di amankan warga bernama Aldi ( motoris klotok penyeberangan) di Pelabuhan Desa Babirah.

Tapi karena mulai bau, buaya di hanyutkan lagi di sungai Mentaya.

Setelah itu, bangkai buaya tidak di ketahui di mana posisinya hingga saat ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved