Berita Kalteng

Ini Penyebab Terkendalanya Penerapan PTM 100 Persen di Kalimantan Tengah

PTM tingkat SMA, MA, SMK di Kalteng 100 persen masih ada beberapa kendala di lapangan, hal itu diungkapkan Kepala Disdik Kalteng A Syaifudi

Penulis: Muhammad Lamsi | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Muhammad Lamsi
SMK Al-Ishlah Kota Palangkaraya, mulai melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan pesyaratan yang telah ditetapkan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk SMA, MA, SMK di Kalimantan Tengah, masih terbatas walaupun kehadiran Siswa dan siswinya 100 persen.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah A Syaifudi, di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Senin (17/1/2022) kemarin.

"Kita PTM terbatas tapi kehadiran siswa 100 persen, tapi tergantung sekolah lagi,” ujarnya.

Menurutnya, apabila siswa banyak namun guru tidak memadai maka diberlakukan dengan sistem bergantian.

Tetapi jika siswa sedikit dan gurunya memadai maka bisa dilakukan PTM tanpa perlu bergantian.

Baca juga: Dua Belas Sekolah Tingkat SLTP Palangkaraya Belum Bisa Melakukan PTM, Ini Penyebabnya

Baca juga: Siswa SMKN-1 Palangkaraya Banyak Tidak Hadir Tanpa Keterangan Saat Pelaksanaan PTM

Adapun mekanisme selain melihat jumlah siswa dan tenaga pengajar adalah melihat kesiapan infrastruktur sekolah untuk mempersiapkan protokol kesehatan di Sekolah.

"Selain Sekolah siap protokol kesehatan juga tatap muka tidak diperbolehkan melebihi 6 jam, hanya 1 kali istirahat, kantin Sekolah masih belum boleh buka, dan tetap mendorong Siswa dan siswi untuk membawa bekal dari rumah," beber A Syaifudi.

A Syaifudi menjelaskan, saat ini di Kalimantan Tengah semua sudah dalam level 1 dan 2 jadi semua sudah bisa melaksanakan PTM.

"Kita di Kalteng kan sudah dalam level 1 dan 2 jadi semua sudah bisa melaksanakan PTM, asal persyatannya tadi terpenuhi," tambahnya.

Dirinya mengungkapkan, secepatnya akan menginstruksikan Sekolah untuk melakukan rapid antigen untuk para Siswa.

Baca juga: PTM Terbatas Tingkat SMP, SD dan TK di Palangkaraya Dilaksanakan 22 November, Ini Syaratnya

"Secepatnya kita akan mendorong pelaksanaan itu, namun tidak semua Siswa hanya mengambil sampel beberapa siswa di Sekolah," jelas A Syaifudi.

Dirinya mengatakan rapid antigen itu untuk mengontrol agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

A Syaifudi juga mengharapkan doa dan dukungan dari masyarakat semua agar PTM di Kalimantan Tengah bisa berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman.

"Mohon doa untuk semuanya, semoga PTM di wilayah kita ini bisa berjalan bagaimana semestinya yaitu berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved