Buaya Sebangau Serang Manusia

Korban Meninggal Dunia Serangan Buaya 5 Meter Pulang Pisau Bukan Warga Asli Sebangau Kuala

Samsul (17)pekerja bansaw yang meninggal dunia diserang buaya berukuran 5 meter di Sungai Sebangau Kabupaten Pulang Pisau bukan warga asli setempat.

Penulis: Pangkan B | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/Pangkan Bangel
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, Nur Patria Kurniawan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PULANGPISAU - Samsul (17) seorang pekerja bansaw atau tempat pemotongan kayu yang diserang buaya berukuran 5 meter di Sungai Sebangau Kabupaten Pulang Pisau ternyata bukan warga asli daerah setempat.

Pekerja bansaw tersebut  ditemukan meninggal dunia di sungai dengan jasad yang sudah tidak utuh lagi karena lengan kirinya putus akibat digigit buaya.

Korban diduga tidak memahami seluk beluk tempatnya bekerja yang selama ini sungai tersebut banyak dihuni buaya  Sungai Sebangau.

Sehingga korban saat bekerja mengikat kayu galam untuk diangkut ke lokasi pemotongan kayu atau bansaw  sempat terjun ke sungai untuk mengikat kayu tersebut sehingga akhinya dimangsa buaya ganas Sungai sebangau.

Baca juga: Teman Korban Melihat Langsung Buaya 5 Meter Menyerang Samsul Saat Mengikat Galam di Sungai

Baca juga: BKSDA Imbau Tidak Ada Kekerasan ke Buaya Sebangau Kuala, Keluarga Korban Siapkan Tolak Bala

Baca juga: Pekerja Bansaw Diterkam Buaya di Sebangau Kuala Akhirnya Ditemukan Tewas Tanpa Lengan Kiri

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (BKSDA Kalteng), Nur Patria Kurniawan mengatakan serangan buaya pada manusia selalu terjadi setiap tahun.

Bahkan serangan terhadap Samsul seorang pekerja bansaw yang ditemukan meniggal dunia adalah kali ketiga di kawasan tersebut.

Menanggapi kejadian pekerja Bansaw bernama Samsul (17), di serang buaya saat mengikat kayu galam di sungai. untuk di potong di lokasi bansaw tersebut.

Pada lokasi penyerangan buaya  berada  di Desa Paduran, Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Nur Patria mengungkapkan, selalu ada serangan buaya dalam setiap tahunnya di Kalimantan Tengah.

"Kami sudah sering mengedukasi masyarakat mengenai kenali kawasan sebelum beraktivitas. Terlebih jika masuk ke dalam hutan, kita tidak tahu ada satwa apa yang ada di kawasan tersebut,” jelas Nur Patria.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved