Breaking News:

Sempat Buron, Hadfana Firdaus Tertangkap, Video Aksi Tendang Sesajen Semeru untuk Konten Grup WA

Kemudian, video itu disebarkan Hadfana Firdaus ke sejumlah grup WhatsApp (WA) yang terdapat dalam ponselnya

Editor: Dwi Sudarlan
tangkapan layar video medsos
Laki-laki yang Viral di Medsos karena melakukan aksi membuang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru. Jumat (14/1/2022) pria yang akhirnya ditangkap polisi mengaku telah melakukan aksi spontan dan menjadi konten di grup WA. 

TRIBUNKALTENG.COM, LUMAJANG - Sempat buron selama beberapa minggu, Hadfana Firdaus tertangkap, dia ngaku menendang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru adalah aksi spontanitas untuk konten di grup WA (WhatApp).

Saat ini, Hadfana Firdaus yang menggegerkan publik itu sedang menjalani pemeriksaan di Polda Jatim.

Kepada pers di Surabaya, Direktur Ditreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto mengatakan Hadfana Firdaus mengaku tindakan menendang lalu membuang sesajen itu merupakan spontanitas karena pemahaman keyakinannya.

Baca juga: Terungkap, Pembuang Sesajen di Gunung Semeru Adalah Mahasiswa, Polisi Masih Memburu

Baca juga: Membuat Alat Musik Panting Khas Kalimantan Selatan Harus Menyiapkan Sesajen Terlebih Dahulu

Baca juga: Lagi, Viral Video Turis Asing di Bali Sedang Mengais Makanan Sesajen, Juga Ada yang Mengemis

Terkait video yang merekam aksi Hadfana Firdaus, Kombes Pol Totok Suharyanto menerangkan, video tersebut dibuat menggunakan ponsel pribadinya, dengan bantuan teman.

Aksi tersebut dilakukan tersangka pada Sabtu (8/1/2022) lalu.

Kemudian, video itu disebarkan Hadfana Firdaus ke sejumlah grup WhatsApp (WA) yang terdapat dalam ponselnya.

"Istilahnya bukan mengunggah. Tapi mendistribusikan share terhadap grup WA teman-teman, keluarga dari tersangka," kata Kombes Pol Totok Suharyanto, Jumat (14/1/2022).

Atas perbuatannya pelaku dapat dijerat dengan Pasal 156 KUHP tentang ujaran kebencian dan penghinaan terhadap suatu golongan.

Dalam aturan itu, disebutkan barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan kebencian dan penghinaan terhadap suatu golongan warga negara Indonesia, maka dapat dijerat hukuman dengan ancaman 4 tahun penjara dan denda.

Sedangkan terkait dengan penyebar atau pengunggah video yang viral itu bisa dijerat dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved