Breaking News:

Buaya Sebangau Serang Manusia

BKSDA Kalteng Turunkan Tim Cari Pekerja Bansaw yang Diterkam Buaya di Sungai Sebangau Kuala

BKSDA Kalteng menurunkan tim untuk melakukan pencarian korban pekerja bansaw yang diterkam buaya di Muara Sungai Sampang, Kecamatan Sebangau Kuala

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Pangkan Bangel
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah Nur Patria Kurniawan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng menurunkan tim ke lokasi tempat pekerja bansaw yang diterkam buaya.

Tepatnya di Muara Sungai Sampang Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, pada Kamis (13/1/2022) sore.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Kalteng Jonet, juga memberikan informasi terkini mengenai tim yang berangkat ke Sungai Sebangau Kuala.

“Tim BKSDA Kalteng sudah tiba di lokasi kejadian buaya menerkam pekerja bansaw, saat ini akan melakukan pencarian buaya dan korban. Biasanya buaya dipancing atau dibuatkan perangkap,” ujar Jonet pada TribunKalteng.com melalui telepon seluler, Jumat (14/1/2022).

Baca juga: BKSDA Kalteng: Membuang Bangkai Binatang ke Sungai Mengundang Buaya Masuk Permukiman

Baca juga: Serangan Ketiga Buaya di Sungai Sebangau Kuala, BSDA Kalteng Kirim Petugas Cari Korban

Ungkapnya, dengan melihat luas kawasan Sungai Sebangau, sangat sulit mencari keberadaan buaya tersebut. Sebab kawasan Sebangau itu sangat luas.

“Jadi kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangkap buaya dan mencari korban. Karena bisa saja buaya yang berhasil ditangkap bukan buaya yang kita cari, karena Muara Sungai Sampang terdapat ratusan hingga ribuan buaya,” terang Jonet.

Terpisah, Kepala Kalteng Nur Patria Kurniawan mengatakan, keberadaan hewan buas tersebut disebabkan banyak faktor.

Terutama terancamnya habitat ekosistem mereka, dengan banyak dibukanya kawasan untuk lahan-lahan perkebunan dan lainnya.

 “Mereka tidak salah, sebab karena banyak kawasan dibuka lahan yang harusnya menjadi habitat mereka,” ucap Nur Patria.

Baca juga: Serangan Buaya Sering Terjadi Warga Bantaran Sungai Mentaya Ini Masih Bermain di Sungai

Pembukaan lahan dan kawasan yang dijadikan perkebunan, merusak habitat dari hewan liar tersebut.

“Membuka kebun di pinggiran hutan, itu merusak habitat dan ekosistem dari satwa liar tersebut. Jadi jangan salahkan satwanya jika masuk ke pemukiman, karena kita yang masuk ke rumah mereka,” jelas Nur Patria.

Pembukaan lahan menyebabkan teritori tempat berburu dari satwa berkurang.

Hal ini yang menyebabkan satwa seperti beruang, ular, buaya dan yang lainnya, masuk ke pemukiman mencari sumber makanan.

“Setelah satwa liar masuk ke pemukiman, akhirnya baru melapor ke kami (BKSDA). Hewan yang masuk pemukiman diserahkan pada kami untuk dilepasliarkan kembali,” tandas Nur Patria. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved