Buaya Sebangau Serang Manusia

BKSDA Kalteng: Membuang Bangkai Binatang ke Sungai Mengundang Buaya Masuk Permukiman

BKSDA Kalteng mengingatkan warga bantaran Sungai Sebangau Kabupaten Pulang Pisau waspada serangan buaya penghuni sungai tersebut

Penulis: Pangkan B | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/faturahman
Salah satu cara agar buaya tidak menyerang warga bantaran sungai. Petugas memasang papan plang waspada serangan buaya di pinggiran Sungai agar warga waspada. Seperti di Sungai Mentaya Sampit Kabupaten Kotim yang sering terjadi serangan buaya kepada warg di pasang plang pengumuman waspada serangan buaya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - BKSDA Kalteng mengingatkan warga yang bermukim di bantaran Sungai Sebangau Kuala Kabupaten Pulang Pisau waspada terkait serangan buaya penghuni sungai tersebut.

Kejadian serangan buaya terhadap warga setempat sudah terjadi beberapa kali sehingga penduduk yang tinggal di pinggiran sungai agar waspada.

Salah satu kewaspadaan tersebut warga jangan membuang sampah bekas makanan atau bangkai binatang seperti tikus atau ayam dan lainnya di sungai karena rawan mengundang buaya masuk ke permukiman warga.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (BKSDA Kalteng), Nur Patria Kurniawan mengimbau masyarakat jangan buang sisa makanan atau bangkai ke sungai, karena rawan serangan buaya

Baca juga: Serangan Ketiga Buaya di Sungai Sebangau Kuala, BSDA Kalteng Kirim Petugas Cari Korban

Baca juga: Warga Baamang Sampit Kotim Resah Buaya Muncul Sekitar Permukiman, Ini Yang Dilakukan Petugas

Baca juga: Serangan Buaya Sering Terjadi Warga Bantaran Sungai Mentaya Ini Masih Bermain di Sungai

Kemunculan buaya di pemukiman warga, disebabkan kebiasaan warga membuang sisa makanan ke sungai.

Serangan buaya yang menimpa pekerja Bansaw, diduga akibat kamp tempat tinggal para pekerja dekat dengan aliran sungai.

Terlebih kawasan Sungai Sebangau Kuala merupakan teritori dari buaya muara.

Lokasi tepatnya di Muara Sungai Sampang, Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Nur Patria Kurniawan mengatakan, kebiasaan membuang bangkai ikan dan bangkai ayam dapat mengundang datangnya buaya.

“Itu namanya habituasi, buaya akan datang ke pemukiman di mana warga sering membuang bangkai. Terlebih indera penciuman buaya yang tajam, dengan mudah mendatangi lokasi tersebut,” ujar Nur Patria, Jumat (14/1/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved