Breaking News:

Berita Kalteng

Pengembangan Industri Hilir Harus Terintegrasi dan Berbasis di Kalteng Sebagai Daerah Penghasil

Kebijakan Pemerintah untuk mengembangkan industri hilir dengan melarang ekspor bahan mentah tambang batubara, bauksit dan perkebunan diapresiasi.

Editor: Fathurahman
ISTIMEWA
Muhammad Gumarang, Pemerhati Masalah Sosial Kalteng yang juga mantan Ketua Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) Kotawaringin Timur. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Kebijakan Pemerintah Pusat yang akan mengembangkan industri hilir dengan melarang ekspor bahan mentah hasil tambang batubara, bauksit juga hasil perkebunant harus terintegrasi.

Mantan Ketua Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) Kotim, Muhammad Gumarang, Kamis (13/1/2022) mengungkapkan dia mengapresiasi dan sepakat terkait kebijakan pemerintah pusat tersebut.

Namun sebutnya, larangan ekspor bahan mentah untuk perkebunan kelapa sawit hasil tambang seperti Batubara maupun bauksit untuk pembangunan industri pabrik pengolahan barang jadi  semuanya harus terintegrasi dalam satu Kawasan.

Dia mencontohkan, pembangunan pabrik pengolahan minyak kelapa sawit untuk dibentuk barang jadi seperti crude palm oil (CPO) diolah menjadi minyak goreng atau mentega semuanya harus berada di daerah penghasil bahan bakunya.

Baca juga: Bank Indonesia Perwakilan Kalteng Dorong Perkuat Ekonomi Kalteng dengan Hilirisasi Produk

Baca juga: Desa Bagendang Mentaya Hilir Selatan Sampit Dijadikan Lokasi Pengapalan CPO

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Mendag Normalkan Harga, Minyak Goreng di Pasar Besar Palangkaraya Masih Mahal

Dia mencontohkan, Kotim sebagai salah satu penghasil bauksit maupun CPO sudah selayaknya untuk pengembangan industri hilirnya atau pabrik pengolahan barang jadi CPO maupun bauksit juga harus dibangun di Kotim bukan di daerah lain.

Mantan Ketua Asosiasi Pengusaha Indoenesia (APINDO) Kotim ini  mengatakan, selama ini industri hilir CPO produksi Kotim malah industri hilir untuk pengolahan barang jadinya di Gresik jawa Timur.

”Jika nantinya kebijakan masih seperti itu tentunya Kotim atau Kalteng tidak akan maju, malah yang maju daerah luar Kalteng,” timpalnya.

Padahal dengan pengembangan industri hilir di Kotim tentunya operasional pabrik pengolahan mentega atau minyak goreng berbahan CPO asal Kotim juga akan banyak manfaatnya bagi warga Kotim.

”Tenaga kerja lokal akan banyak terserap, akan muncul distributor minyak goreng dari warga lokal, termasuk perekonomian di Kotim juga akan semakin maju,” ujarnya akibat terkena dampak positifnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved