Berita Kalteng

Walhi Kalteng: Pencabutan Izin Bermasalah Tepat Selesaikan Konflik Agraria dan Pemulihan Ekosistem

Walhi Kalteng menilai langkah KLHK mencabut perizinan bermasalah di Kalteng sudah tepat, karena momentum selesaikan konflik agraria dan ekosistem

Editor: Sri Mariati
istimewa
Aktifitas karyawan perkebunan besar swasta (PBS) Kelapa Sawit di Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Pencabutan sejumlah perizinan usaha PBS bermasalah di Kalteng, oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dinilai tepat.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Wahanan Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalteng, Dimas N Hartono.

Menurutnya, tidak jauh berbeda dengan apa yang menjadi konsen Walhi Nasional, ini menjadi momentum dalam proses penyelesaian konflik agraria yang masih tinggi di Kalteng.

“Di mana banyak hak-hak masyarakat yang hilang karena izin-izin tersebut. Pengakuan dan pengembalian hak masyarakat yang hilang ini yang penting,” tegasnya kepada Tribunkalteng.com, Senin (10/1/2022) kemarin.

Dimas N Hartono mengatakan, jaminan atas hak pengelolaan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar, menjadi langkah utama yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Baca juga: Lagi-lagi Banjir, Bukti Nyata Kalteng Darurat Ekologis, Walhi Minta Pemerintah Audit Lingkungan

Skemanya bisa melalui reformasi agraria, atau pengakuan hak adat dengan perhutanan sosial.

Sisi lain, perbaikan atas kerusakan ekosistem selama dalam pengelolaan perusaahaan juga perlu dilakukan.

Bukan berarti setelah izin dicabut, mereka langsung lepas tanggung jawab.

Kerusakan ekosistem karena adanya investasi tersebut jangan sampai menjadi beban baru bagi pemerintah untuk pemulihan ekosistemnya.

“Tanggungjawab ini ada di pihak koorporasi atau PBS,” tegas kembali aktivis lingkungan ini.

Baca juga: Banjir Kalteng, Walhi Dorong Pemerintah Daerah Segera Audit Izin Lingkungan

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved