Breaking News:

Berita Palangkaraya

Fantastis, Pemprov Kalteng Gelontorkan Rp 125 Miliar Renovasi Bundaran Besar Palangkaraya

Renovasi Bundaran Besar Palangkaraya oleh Pemprov Kalteng menggelontorkan Rp125 miliar yang akan dilaksanakan pengerjaan oleh PUPR Kalteng tahun ini

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Pangkan Bangel
Kepala Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, H Shalahuddin. 

TRIBUNKATENG.COM, PALANGKARAYA – Perbaikan atau renovasi Bundaran Besar Palangkaraya, oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng memakan nilai yang cukup fantastis.

Pengerjaan proyek tersebut melalui Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng.

Anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 125 miliar dari mata APBD Kalteng untuk pengerjaan mega proyek tersebut.

Menurut Shalahuddin, anggaran proyek renovasi Bundaran Besar Palangkaraya sebesar Rp 125 miliar itu terbagi untuk sejumlah pekerjaan.

“Total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 125 miliar, multi years contract (MYC) sebear Rp 98 miliar dan reguler sebesar Rp 27 miliar,” ungkap Shalahuddin, kepada Tribunkalteng.com, Selasa (11/1/2022).

Baca juga: Vaksin Booster Dimulai 12 Januari, Ini Kelompok yang Ditanggung Biaya Vaksin oleh Pemprov Kalteng

Baca juga: Usai Libur Natal Kehadiran ASN Lingkup Pemprov Kalteng Langsung Diperiksa Gubernur

Dia mengatakan, pengerjaan proyek renovasi Bundaran Besar Palangkaraya itu akan dilaksanakan 2022 ini dengan sistem tahun jamak.

“Pelaksanaan fisik dalam anggaran 2022 sampai 2023 dan pembayaran sampai 2024,” jelas Shalahuddin.

Ungkap mantan Kepala PUPR Barito Utara ini, tujuan dari renovasi Bundaran Besar Palangkaraya, adalah memperindah dan mempercantik bangunan yang sudah ada saat ini, dengan sedikit penambahan bangunan.

“Kita hanya memperindah, mempercantik dan menambahkan menara berbentuk Talawang,” beber Shalahuddin.

Dirinya menegaskan, renovasi Bundaran Besar tidak akan menghilangkan unsur etnik, di mana terdapat tameng khas Suku Dayak, yaitu Talawang.

Baca juga: Rp 7,5 Miliar Bantuan Pemprov Kalteng Untuk Korban Erupsi Gunung Semeru Jawa Timur

Konsepnya sudah dipilih melalui hasil sayembara yang dibuat oleh PUPR 2017 lalu.

Selain itu, perpaduan konsep modern dan etnik membuat Bundaran Besar Palangkaraya semakin indah.

 Termasuk pemilihan konsep desain renovasi ini juga melibatkan akademisi dan birokrasi.

“Kami melibatkan para konsultan untuk sayembara ini dengan konsep Talawang. Karena Talawang merupakan salah satu senjata tradisional yang berpasangan dengan Mandau. Jadi kami tidak akan menghilangkan unsur kebudayaannya,” pungkas Shalahuddin. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved