Berita Palangkaraya

Pengamat Ekonomi UPR Sebut Kalteng Terdampak Larangan Ekspor Batu Bara, Ini Penjelasannya

Dampak tidak hanya bagi perusahaan eksplorasi batu bara, tetapi secara luas bagi perekonomian Kalteng

Penulis: Pangkan B | Editor: Dwi Sudarlan
Tribunkalteng.com/Pangkan Bangel
Fitria Husnatarina, pengamat ekonomi dan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Palangka Raya (UPR). 

Fitria menyampaikan kebijakan tersebut akan berdampak bagi perekonomian Kalteng.

“Gambaran sederhananya, jika kapasitas ekspor dihentikan, maka kemampuan produksi dari perusahaan tentunya akan terkoreksi sehingga aktivitas tenaga kerja juga akan ditinjau,” jelasnya.

Jika aktivitas tenaga kerja berkurang, maka aktivitas perekonomian juga akan berkurang.

Menurut Fitria, pemicu bergeraknya ekonomi adalah manusia. 

Hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan dengan seksama.

Kebijakan ekspor harus diback up dengan kebijakan lainnya, terutama yang tidak akan merugikan perusahaan batu bara secara khusus.

“Terutama perekonomian daerah penghasil batu bara secara umum,” ucap Fitria.

Seperti diwartakan pemerintah melarang melakukan ekspor batu bara mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Januari 2022.

Kebijakan larangan ekspor batu bara untuk menindaklanjuti surat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor B1605/MB.05/DJB.B/2021 tanggal 31 Desember 2021, dengan hal Pemenuhan Kebutuhan Batubara untuk Kelistrikan Umum

Juga, Surat Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Nomor B1611/MB.05/DJB.B/2021 tanggal 31 Desember 2021, dengan hal Pelarangan Penjualan Batubara ke Luar Negeri. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved