Breaking News:

Berita Palangkaraya

Banyak yang Membusuk, Petani Buah Naga di Palangkaraya Alami Kerugian 50 Persen karena Sering Hujan

Petani buah naga di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah mengalami kerugian sekira 50 persen akibat hujan kerap mengguyur Kota Cantik ini

Penulis: Muhammad Lamsi | Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Kalteng/Muhammad Lamsi
Seorang petani buah naga, Purwantini di Desa Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu Kota Palangkaraya, Minggu (8/1/2022). Akibat sering turun hujan, petani buah naga mengalami kerugian. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Petani buah naga di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah mengalami kerugian sekira 50 persen akibat hujan kerap mengguyur Kota Cantik ini. 

Seperti diketahui, hampir setiap hari Kota Palangkaya diguyur hujan, bahkan terkadang disertai sambaran petir.

Salah satu dampak sering turunnya hujan adalah kerugian yang dialami para petan buah naga.

Hal tersebut diungkapkan seorang petani buah naga di Kota Palangkaraya, Purwantini, kepada TribunKalteng.com, Minggu (9/1/2022).

Ia mengatakan buah naga yang ditanam di kebun miliknya di Desa Habaring Hurung,  Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangkaraya, banyak yang membusuk. 

Baca juga: Info Cuaca Hari Ini BMKG, Palangkaraya Hujan Siang Hingga Dini Hari, 6 Daerah Bahaya Sambaran Petir

Baca juga: Ular Kobra 2 Meter Masuk Rumah Warga Menteng Palangkaraya, Waspada Hewan Liar saat Musim Hujan

Baca juga: Wisata Palangkaraya, Hujan Tidak Surutkan Pengunjung Nikmati Keindahan Alam Kereng Bengkirai

"Cuaca sering hujan begini tentunya berpengaruh, merugikan sekitar 50 persen dari biasanya," ujarnya.

Purwantini menjelaskan pengaruh tersebut diakibatkan peningkatan zat asam tanah sehingga banyak membuat buah membusuk.

"Selain zat asam yang meningkat, juga banyak bermunculan hama tanaman yang pada akhirnya membuat tanaman mati," katanya. 

Untuk menyiasati agar kerugian tidak terlalu besar akibat sering hujan dan mengusir hama, Purwantini mengatakan harus lebih sering menyemprotkan pestisida.

"Untuk mengurangi dampaknya saya biasa menyemprot tanaman menggunakan pestisida," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved