Breaking News:

Berita Kalteng

NEWS VIDEO, 900 Karyawan PBS Sawit PT BMB Gumas Terancam Kehilangan Pekerjaan Dampak Pencabutan Izin

Sebanyak 900 Orang Karyawan PT Berkala Maju Bersama (PT BMB) Kabupaten Gunung Mas Kalteng terancam kehilangan pekerjaan dampak pencabutan izin.

Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/faturahman
Senior Manager Legal & HRGA PT BMB, H Rudy Tresna Yudha. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Sebanyak 900 Orang Karyawan PT Berkala Maju Bersama (PT BMB) yang berinvestasi bidang perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah terancam kehilangan pekerjaan dampak dari rencana pencabutan izin yang dilakukan pemerintah pusat.

Ini seiring dengan kebijakan pemerintah pusat yang mencabut ribuan izin pertambangan maupun izin sektor kehutanan di Indonesia termasuk di Kalimantan Tengah yang dianggap tidak ada kegiatan sehingga lahan yang diberikan izin ternyata dibiarkan terlantar tanpa adanya kegiatan.

Alasan lain, ketika izin diberikan ternyata pemegang izin tidak pernah menyampaikan rencana kerja hingga bertahun-tahun telah diberikan tetapi tidak dikerjakan sehingga lahan yang diberikan tidak termanfaatkan padahal lahan tersebut juga untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Informasi terhimpu di Kalimantan Tengah ada sebanyak 59 izin dari berbagai sektor terkait kehutanan. Izin tersebut tersebar di sejumlah daerah di Kalteng yang juga terkena dampak dari pencabutan tersebut.

Baca juga: Kembangkan Potensi Diri Anak, SDIT Al Ghazali Gelar Lomba TK/RA se-Kota Palangkaraya

Baca juga: Melawan Arus, Dua Mobil Adu Kuat di Jalan Yos Sudarso Palangkaraya, Kedua Mobil Masuk Parit

Baca juga: Ucapan Selamat Resepsi Pernikahan Wali Kota Palangkaraya dari Yayasan LPKNI & STIE Indonesia

Senior Manager Legal & HRGA PT BMB, H Rudy Tresna Yudha, kepada Tribunkalteng.com, Sabtu (8/1/2022) mengungkapkan, akan banyak dampak yang terjadi jika keputusan pencabutan izin tersebut diberlakukan.

Aspek Ketenagakerjaan apabila Izin BMB benar-benar dicabut akan menambah beban pemerintah, yakni  lebih dari 900 karyawan akan kehilangan pekerjaan yang sebagian besar merupakan pekerja dari penduduk lokal.

Karena memang hakekat pendirian PT Berkala Maju Bersama untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk lokal Kabupaten Gunung Mas di mana Kabupaten Gunung Mas merupakan kabupaten pemekaran.

Dari Aspek Sosial, Masyarakat sekitar perkebunan yang menjadi peserta kebun plasma BMB juga pasti kehilangan kebun plasma, dan ini dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak dimasyarakat. 

"Salah satu pemilik BMB yang merupakan Putra Dayak Asli Pedalaman Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah sangat tidak menginginkan hal ini terjadi.Dari aspek pembiayaan perbankan juga di khawatirkan akan berpengaruh," katanya.

Saat ini BMB secara bertahap terus melakukan kegiatan pengembangan investasi perkebunan sawit di areal yang mana izin pelepasan kawasan hutannya dicabut, sampai mencukupi luasan areal yang sudah diberikan HGU oleh pemerintah.

Baca juga: Info Cuaca Hari Ini, Palangkaraya Diguyur Hujan Siang dan Malam, Sambaran Petir Masih Mengancam

Baca juga: Pembuka Dies Natalis Ke-16, HIMA Kobar Palangkaraya Silaturahmi & Salurkan Bantuan ke Ponpes Al Huda

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved