Video Viral

Tidak Seperti yang Beredar, Ini Alasan Brigjen TNI Achmad Fauzi Temui Habib Bahar, Video Viral

Beredar video viral perdebatan antara Habib Bahar bin Smith dan Danrem 061 Suryakencana Brigjen TNI Ahmad Fauzi

Editor: Dwi Sudarlan
Tangkapan layar video viral
Video viral perdebatan antara Habib Bahar bin Smith dan Danrem 061 Suryakencana Brigjen TNI Achmad Fauzi. 

TRIBUNKALTENG.COM - Beredar video viral perdebatan Habib Bahar bin Smith dan Danrem 061 Suryakencana Brigjen TNI Ahmad Fauzi.

Tidak seperti anggapan dari pihak Habib Bahar bin Smith yang menyebut kedatangan Danrem 061 Suryakencana Brigjen TNI Achmad Fauzi untuk menakut-nakuti warga, ternyata ini tujuan kedatangannya hingga beredar video viral perdebatan.

Disebutkan perdebatan itu terjadi saat Danrem 061 Suryakencana Brigjen TNI Achmad Fauzi mendatangi Habib Bahar bin Smith di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam video itu terlihat perdebatan Danrem 061 Surya Kencana Brigjen TNI Achmad Fauzi dan Habib Bahar bin Smith terkait dengan ceramah-ceramah bernada keras dan rencana pemeriksaan polisi.

Baca juga: Ponpes Habib Bahar Bin Smith Dapat Paket Mengerikan, Kuasa Hukum: Tidak Perlu Lapor Polisi

Mengenai tujuan kedatangan Brigjen TNI Achmad Fauzi, Kapenrem 061 Suryakencana, Mayor Inf Ermansyah mengatakan bahwa Danrem datang secara baik- baik untuk menyampaikan pesan terkait isi ceramahnya yang diduga menyinggung institusi TNI terkhusus pimpinannya.

"Nah Danrem menyampaikan kalau ke depan dalam ceramah, janganlah ada unsur provokatif, menyinggung institusi kami apalagi menjelekkan dan menghina pimpinan kami Jenderal TNI Dudung Abdurahman, ini akan meresahkan masyarakat, Itu yang disampaikan," kata Mayor Inf Ermansyah dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/1/2022).

Ermansyah mengatakan bahwa kehadiran Danrem 061 Suryakencana juga untuk sosialisasi mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan agar tetap tenang dan nyaman.

Selaku pimpinan, kata dia, Danrem mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kestabilan keamanan, ketertiban dan kedamaian di lima wilayah Korem 061 yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Cianjur, Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi.

"Harusnya seorang ulama apabila ceramah juga dapat memberikan ketenangan kedamaian untuk umat, bukan sebaliknya atau malah ngurusin prajurit yang di Papua ini sangat tidak tepat menurut kami," katanya.

Saat itu, kata dia, Danrem juga didampingi dengan anggota Koramil setempat yang bertujuan untuk mengajak dan saling menjaga ketertiban dan keamanan bersama-sama.

"Tidak ada untuk menakut nakuti masyarakat seperti yang diviralkan. Bagaimana pun juga ketertiban dan kondusifitas wilayah adalah tanggung jawab kami," kata Ermansyah.

Sementara itu, Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto menyebut bahwa tindakan Danrem 061 Suryakencana Brigjen TNI Achmad Fauzi adalah untuk menindaklanjuti Inmendagri perihal PPKM pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022 dan menerapkan perintah dari Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subianto.

"Kemudian di seluruh wilayah ini dilakukan pengamanan tahun baru yang perlu kita ambil risiko adalah ada kegiatan PPKM salah satunya di Pesantrennya HBS (Habib Bahar bin Smith) waktu itu kita lakukan imbauan terkait inmedagri itu awalnya itu," tambah Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto

Sedangkan perintah dari Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III Siliwangi Mayjen TNI Agus Subianto, lanjut Arie, adalah di Tahun 2022 tidak ada lagi kegaduhan dari Habib Bahar bin Smith.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved