Berita Palangkaraya

Kebakaran di Palangkaraya, Sehari Dapur Umum Sediakan 500 Nasi Bungkus untuk Warga Ponton

Ratusan orang menjadi korban Kebakaran di Palangkaraya, di Kampung Ponton, sehingga dapur umum tiap harinya menyediakan sekira 500 nasi bungkus

Penulis: Muhammad Lamsi | Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Kalteng/Muhammad Lamsi
Situasi dapur umum di posko Kebakaran di Palangkaraya tepatnya di Kampung Ponton, Minggu (26/12/2021). Tiap harinya dapur umum menyediakan 500 nasi bungkus untuk korban kebakaran. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Bantuan terus berdatangan untuk para korban Kebakaran di Palangkaraya, tepatnya di Kampung Ponton

Ratusan orang menjadi korban Kebakaran di Palangkaraya, di Kampung Ponton, sehingga dapur umum tiap harinya menyediakan sekira 500 nasi bungkus.

Secara umum, bantuan untuk korban Kebakaran di Palangkaraya di Kampung Ponton, hingga hari ini Minggu (26/12/2021) terbilang mencukupi.

Bantuan terus berdatangan dari pemerintah daerah, dari pihak swasta, komunitas dan ormas serta perorangan. 

Baca juga: Kebakaran di Palangkaraya, Korban Amukan Api di Kampung Ponton Perlu Alat Memasak, Hidup di Barak

Baca juga: Kebakaran di Palangkaraya, Polisi Lakukan Penyelidikan Terbakarnya Kawasan Padat Penduduk Ponton

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Warga Ponton Mulai Mengungsi, Tinggi Air Sepinggang Orang Dewasa

Bantuan tersebut seperti pakaian, beras, mi instan, keperluan bayi, air minum, keperluan MCK dan obat-obatan

Sementara untuk keperluan makan para korban kebakaran yang kini banyak yang hidup di barak-barak dan menumpang di rumah warga atau saudara, dipasok dari dapur umum.

"Kami ibu-ibu di sini memasak untuk para korban musibah kebakaran, bahan-bahannya berasal dari sumbangan atau bantuan yang ada," ujar warga yang bertugas di dapur umum, Sanah pada TribunKalteng.com, Minggu (26/12/2021).

Dalam sehari petugas dapur umum yang rata-rata warga setempat ini harus memasak sekira 250 bungkus nasi untuk sekali makan.

"Dalam sehari kita memasak 2 kali untuk makan siang dan sore. Sekali memasak sebanyak 250 bungkus itu artinya sehari 500 bungkus kurang lebih yang kami bagikan," ujar Sanah.

Selain dari dapur umum, asupan korban kebakaran juga dibantu sumbangan nasi bungkus, roti, dan jenis makanan lain dari para donatur.

Selain dapur umum, di kawasan lokasi kebakaran yang terjadi Kamis (23/12/2021) malam itu juga ada fasilitas untuk pemeriksaan kesehatan untuk warga.

"Kebanyakan sakit yang diderita adalah tekanan darah tinggi, mungkin karena masih ada rasa terkejut dan trauma akibat kebakaran kemarin," jelas Sanah.

Kebakaran di Kampung Ponton Gang Berkatilah ini merusak 21 rumah yang dihuni ratusan orang dari 28 KK (kepala keluarga).

Diduga api bermula dari konsleting listrik di rumah Bakran.

Kerugian akibat kebakaran besar di malam hari ini mencapai Rp 500 juta. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved