Berita Palangkaraya

Jelang Nataru, Diimbau Warga Kalteng Tidak Bepergian Keluar Kota Kecuali Kepentingan Mendesak

Wakil rakyat Kalteng ini mengimbau agar masyrakat Kalteng untuk tidak bepergian keluar kota apabila tak ada kepentingan mendesak jelang Nataru

Editor: Sri Mariati
ISTIMEWA
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah Kuwu Senilawati. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Walaupun pemerintah meniadakan cuti atau libur bersama saat Natal dan Tahun Baru (Nataru), kemungkinan akan akses orang keluar masuk kota masih terjadi.

Oleh karenanya, diimbau agar masyarakat kalteng untuk tidak bepergian keluar kota apabila tidak ada kepentingan atau keperluan yang mendesak.

“Ya menjelang Nataru ini, saya imbau bagi seluruh masyarakat Kalteng untuk tidak bepergian keluar kota apabila tidak yang bersifat urgen atau mendesak sama sekali,” ujar anggota DPRD Kalteng Kuwu Senilawati.

Kuwu Senilawati mengatakan, dengan ditiadakannya cuti bersama salah satu upaya masyarakat untuk menekan masyarakat luas bepergian untuk liburan menghabiskan Nataru.

Hanya saja patut diingat pandemi Covid-19 di kalteng bahkan di Indonesia belum berakhir.

Baca juga: Kadinkes Kalteng: Masyarakat Tak Perlu Panik Namun Jangan Abai Protokol Kesehatan

Sehingga potensi lonjakan kasus akibat kerumunan atau keramaian sangat mungkin terjadi.

“Maka dari itu menjadikan pelajaran dan bersama-sama mencegah penyebaran untuk tetap diam di tempat saat ini,” beber Anggota Komisi III ini.

Politikus Partai Gerinda ini juga menerangkan, khusus kalteng dan Kota Palangkaraya sudah pernah merasakan lonjakan kasus Covid-19 beberapa bulan lalu.

Kejadian itu harusnya menjadikan pembelajaran dan peringatan bagi semua pihak, agar tetap mematuhi dan menerapkan Protokol Kesehatan dengan ketat.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru Vaksinasi Massal Kalteng Dipercepat, Ditarget 12.512 orang

Ditambah saat ini adanya varian baru Covid-19 yang sudah masuk ke Indonesia, dan lebih cepat penyebarannya menjadi perhatian khusus semua.

“Karena kita sudah mengalami suara mobil ambulance hampir setiap jam orang yang meninggal akibat Covid-19 ini. Hal itu jadi cermin kita untuk lebih waspada dan hati-hati saat ini, jelas Kuwu Senilawati.

Kuwu Senilawatipun tetap mengingatkan, perayaan ibadah Natal di gerejapun tetap menerapkan Protokol Kesehatan dengan baik dan ketat.

Baca juga: Ini Tuntutan Demo Aliansi Masyarakat Gumas di Depan Kantor DPRD Kalimantan Tengah

Dengan pembatasan jumlah umat yang hadir, serta bisa mengikuti perayaan dari rumahpun bisa dijalani.

Tidak menghilangkan hikmat atau makna Natal itu sendiri di masa pandemi saat ini yang masih terjadi.

“Kita berharap dan berdoa bersama agar pandemi ini segera berlaku, sehingga bisa beraktifitas seperti dulu lagi,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved