Breaking News:

Berita Palangkaraya

Peningkatan Penumpang di Bandara Tjilik Riwut Sudah Terjadi Sejak November Lalu

Executive General Manager bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Eries Hermawandi katakan peningkatan penumpang di bandara Tjilik Riwut sejak November

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Pangkan Bangel
Penumpang di Bandar Udara Tjilik Riwut, di cek terlebih dahulu berkas kelengkapan oleh petugas bandara, Selasa (21/12/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Executive General Manager bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Eries Hermawandi mengungkapkan, peningkatan penumpang di bandara Tjilik Riwut terjadi sejak November lalu.

Peningkatan penumpang terjadi seiring berhasilnya pemerintah mencanangkan vaksinasi di Kalimantan Tengah yang mencapai 90 persen lebih.

“Pada Oktober 2021 rata-rata sebelumnya 1000 pax, tapi kini bisa mencapai rata-rata 1400 pax pada November,” jelasnya.

Selain itu, hal ini terjadi seiring dengan perubahan syarat perjalanan dan PPKM.

Tentunya tak lepas dari kepedulian masyarakat akan kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan.

Baca juga: Polresta Palangkaraya Aktifkan Pos Penyekatan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya Kalteng

Baca juga: Mulai Hari Ini Wajib Tes PCR, Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya Masih Perbolehkan Tes Antigen

“Dengan percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah serta pengetatan simpul transportasi,” ujarnya kepada Tribunkalteng.com, Selasa (21/12/2021).

Dengan adanya aturan syarat perjalanan sebagaimana diatur dalam, Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Satgas Addendum Nomor 24 Tahun 2021.

Serta Peraturan Menteri Perhubungan, tentunya akan diterapkan di seluruh sektor simpul transportasi termasuk bandar udara.

Maka hal itu dirasakan sudah cukup memberikan kepercayaan masyarakat bepergian melalui jalur udara dengan aturan yang sudah ada.

Baca juga: Antisipasi Arus Balik Lebaran di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Penjagaan Diperkuat

Khusus menjelang Nataru diprediksikan adanya peningkatan penumpang sebesar 2 persen perharinya.

“Dalam periode Nataru 2021/2022 ini, penumpang diprediksi akan mengalami kenaikan sebesar 2 persen per harinya,” jelas Eries Hermawandi.

Namun demikian sebagaimana anjuran dari pemerintah. Disarankan kepada pengguna jasa untuk tidak terbawa eufria, sehingga lengah terhadap Protokol Kesehatan yang berlaku. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved