Berita Palangkaraya
Replika Istana Kuning Pangkalanbun di Kota Palangkaraya Banyak Didatangi Wisatawan Asing
Replika Istana Kuning ini berada di Jalan Temanggung Tilung XIII Kota Palangkaraya, atau lebih tepatnya berseberangan dengan Taman Budaya Kalteng
Penulis: Muhammad Lamsi | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Di Kota Palangkaraya ternyata terdapat replika Istana Kuning Pangkalanbun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Replika Istana Kuning ini berada di Jalan Temanggung Tilung XIII Kota Palangkaraya, atau lebih tepatnya berseberangan dengan Taman Budaya Kalimantan Tengah.
Menurut penjaga Replika Istana Kuning Rahman mengatakan, ini merupakan replika yang bentuknya persis seperti Istana Kuning yang ada di Pangkalanbun.
"Replika Istana Kuning ini dibangun pada tahun 2002," ujar Rahman kepada TribunKalteng.com, Kamis (16/12/2021) lalu.
Dia mengungkapkan, bangunan ini banyak dikunjungi oleh wisatawan, terutama wisatawan asing.
Baca juga: Besok Prosesi Pernikahan Wali Kota Palangkaraya, Diawali Mandi-mandi, Batamat Alquran & Baantaran
Baca juga: Tukang Kayu Asal Barito Selatan Nekat Bawa Kabur Motor Warga Kota Palangkaraya
Atau wisatawan lokal yang berada dari berbagai daerah datang ke tempat itu.
"Yang sering ke sini lebih banyak wisatawan asing, ada dari Malaysia, Thailand, dan lain-lain, namun setelah adanya pandemi tidak ada lagi wisatawan asing yang datang" jelas Rahman.
Selain itu juga dibangunan ini sering dipakai para seniman untuk berlatih tari-tarian khas Suku Dayak, juga dipakai untuk melangsungkan foto Prewedding.
"Untuk berkunjung ke sini tidak ada tarif atau tiket masuk tetapi diharapkan jangan merusak dan jangan buah sampah sembarangan," tuturnya.
Namun sayangnya, ujar Rahman tempat ini kerap kali didatangi para pelajar sekolah untuk dijadikan markas untuk minum-minuman keras.
Baca juga: Percepat Herd Immunity, Warga Jalan Dr Murjani Kota Palangkaraya Antusias Menerima Vaksinasi
"Di sini sering didatangi pelajar untuk minum-minuman keras dan mabuk lem, kami juga selalu menegur namun ada saja yang melawan dan sudah memasang pagar di akses masuk namun ditabrak para pelajar tersebut," jelasnya.
Rahman berharap, agar pemerintah juga lebih bisa memperhatikan bangunan ini dan juga kepada masayarakat banyak berkunjung kesini agar tahu bagaimana sejarah di Kalimantan Tengah.
"Di sini perlu adanya kolaborasi dari pemerintah dan masyarakat untuk lebih memajukan khususnya wisata sejarah seperti ini," pungkas Rahman. (*)