Breaking News:

Berita Palangkaraya

Satgas Covid-19 Kalteng Diaktifkan untuk Pengawasan Prokes Jelang Natal dan Tahun Baru

Satgas Covid-19 dari tingkat Provinsi hingga tingkat RT dan RW di Kalimantan Tengah akan kembali diaktifkan jelang Natal dan Tahun Baru mendatang.

Editor: Fathurahman
Tribun Kalteng/Faturahman
Operasi yustisi untuk pengawasan protokol kesehatan kembali aktif di Palangkaraya jelang natal dan tahun baru. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Tim Satuan Tugas  atau Satgas Covid-19 dari tingkat Provinsi hingga tingkat RT dan RW di Kalimantan Tengah akan kembali diaktifkan jelang Natal dan Tahun Baru mendatang.

Untuk mencegah penularan Covid -19 selama masa Natal dan Tahun Baru mendatang Tim Satgas Covid -19 semua lini akan turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan.

Pantauan di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah hingga Kamis (9/12/2021) sejumlah petugas tetap melakukan pengawasan pelaksanaan penerapan Protokol Kesehatan di masyarakat dengan melakukan patroli keliling dan menggekar operasi yustisi.

Pengawasan ketat yang dilakukan Satgas Covid -19 juga disertai pengenaan sanksi akan difokuskan untuk mencegah penyebaran Covid -19 terutama mulai tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 mendatang.

Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo didampingi Kepala Dinas Kesehatan Suyuti Syamsul mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Penerapan PPKM Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru) serta Percepatan Vaksinasi, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: 414 Orang Guru Kontrak Lingkungan Disdik Kalteng Mengikuti Seleksi PPPK di SMA 3 Palangkaraya

Baca juga: Curi 14 Ponsel dan Notebook Milik Pelajar Asrama Putri Palangkaraya, Residivis Ini Ditangkap Polisi

Baca juga: BMKG Palangkaraya Sebut Gelombang Tinggi dan Hujan Lebat Masih Terjadi Sepekan ke Depan

Kegiatan tersebut dilakukan secara virtual melalui konferensi video dari Ruang Rapat Wakil Gubernur, Kantor Gubernur yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Rapat membahas langkah-langkah menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru)  agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Mendagri mengatakan, libur Nataru menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus Covid-19 pada bulan Januari tahun 2021lalu.

“Langkah antisipasi harus dilakukan karena ada kerumunan massa yang berpotensi penularan,” katanya.

Dalam pengawasan saat Nataru tidak lagi menggunakan istilah level 3, karena tidak semua daerah sama tingkat kerawanan penularannya.

"Kita tidak menerapkan level 3, tapi membuat aturan spesifik mengenai antisipasi atau penanggulangan Covid-19 di masa Nataru," ujarnya.

Dia menegaskan,  selama tanggal 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022 akan dilakukan pembatasan secara spesifik. "Pembatasan spesifik sifatnya mengadopsi pembatasan substansi yang diatur dalam sistem level 3,” terang Mendagri.

Sebab itu, dia meminta Kepala Daerah kembali mengaktifkan Satgas Covid-19 di masing-masing lingkungan, mulai dari tingkat provinsi hingga RT/RW. 

“Sosialisasikan peniadaan mudik Nataru kepada warga masyarakat dan masyarakat perantau yang berada di wilayahnya; menghimbau kepada masyarakat untuk tidak bepergian, tidak pulang kampung jika tidak mendesak," ujarnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved