Breaking News:

Berita Palangkaraya

Curi 14 Ponsel dan Notebook Milik Pelajar Asrama Putri Palangkaraya, Residivis Ini Ditangkap Polisi

Sebanyak 15 pelajar penghuni asrama putri di Beata Helena Stollenwerk Jalan Gunung Slamet Nomor 05 Palangkaraya kecurian 14 ponsel dan satu notebook.

Editor: Fathurahman
ist. Polsek Pahandut
Kapolsek Pahandut Palangkaraya, AKP Susilowati saat mengintrogasi tersangka saat ekspos kasus pencurian di asrama putri di Beata Helena Stollenwerk Jalan Gunung Slamet Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Sebanyak 15 orang pelajar penghuni asrama putri di Beata Helena Stollenwerk Jalan Gunung Slamet Nomor 05, Kelurahan Palangka,  Kecamatan Jekan Raya Kota Palangkaraya kehilangan ponsel karena dicuri.

Pencurian terjadi, Selasa (6/12/2021) pukul 02.00 Wib disaat penghuni asrama sedang dalam keadaan tidur.  Saat itu, tersangka yang punya catatan hitam di kepolisian ini sudah pernah masuk penjara dalam kasus yang sama.

Melihat kondisi asrama sepi, Suwandi nekat melakukan aksi pencurian diduga telah direncanakan sebelumnya dengan cara meloncat pagar asrama Pelajar Katolik hingga membobol pintu masuk asrama tersebut.

Informasi Kapolsek Pahandut Palangkaraya, AKP Susilowati, menyebutkan, tersangka berjalan masuk di sebuah gang, sampai di sebuah lapangan tenis, kemudian memanjat pagar.

Tersangka masuk ke dalam pagar lalu membuka pintu belakang secara paksa karena saat itu pintu dalam keadaan terkunci, setelah itu tersangka masuk dan melihat banyak lemari, kemudian memeriksa isi lemari dan mendapatkan sebuah notebook berserta tasnya.

Baca juga: BMKG Palangkaraya Sebut Gelombang Tinggi dan Hujan Lebat Masih Terjadi Sepekan ke Depan

Baca juga: Pemanfaatan Ruang Tak Sesuai Rencana Tata Ruang Kota Palangkaraya Bisa Dikenakan Sanksi

Baca juga: Pemko Palangkaraya Gali Potensi Ekonomi Dengan Pemanfaatan Penataan Ruang Kota

Dia menyimpan tas itu di lorong jalan keluar. Kemudian mencari barang berharga lainnya didalam loker  lemari terlihat ada telepon selular atau ponsel jumlahnya mencapai 14 unit milik pelajar putri, kemudian tersangka mengambil tas bermotif bunga.

"Tas itu berada di depan lemari  dan  memindahkan handphone di loker tersebut ke dalam tas. Saat itu tersangka langsung pergi meninggalkan Asrama Putri Beata Helena Stollenwerk dengan Membawa 14 unit ponsel dan 1 unit Notebook Merk Asus Dengan Berjalan Kaki Menuju Jalan  Tjilik Riwut," terang AKP Susilowati.

Keesokan paginya pelajar gaduh karena belasan gutget mereka untuk belajar hilang, setelah berunding dengan pengelola asrama, korban melaporkan kejadian pencurian tersebut kepada pihak kepolisian setempat.

Akibat pencurian  itu, kerugian materil yang diderita mencapai Rp 49.000.000. Barang yang hilang antara lain, 14 ponsel berbagai Merek, 1 Notebook merek Asus, 1 tas Notebook warna merah, 1 tas warna hitam merek Polo uxton, 1 tas motif bunga.

Kapolsek  AKP Susilowati melanjutkan mendapat laporan kehilangan, Kapolsek membentuk tim untuk mengungkapnya sehingga akhirnya pelaku tertangkap."Pelaku tertangkap tim gabungan," ujarnya saat melakukan ekspos kasus tersebut, Rabu (8/12/2021).

Pelaku ditangkap tim gabungan Resmob Polsek Pahandut dan Unit Resmob Polresta Palangkaraya, Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Kalteng dan Intelmob Satbrimobda Kalteng.

Tersangka ditangkap di Jalan Ahmad Yani, Desa Mantaren, Kelurahan Mantaren, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Selasa sekitar pukul 03.00 Wib dini hari. Tersangka saat ditangkap melawan polisi sehingga polisi menghadiahi timah panas di kakinya. Penangkapan dilakukan dalam waktu kurang dari 1 X 24 jam setelah korban melapor ke polisi. (*)
 


 

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved