Kisah Sukses Petani Sawit di Kotawaringin Barat Kalteng, Kuliahkan Anak Hingga Perguruan Tinggi

Sarwin, warga Kobar Kalteng sukses bertani sawit berkat pembinaan dari PT SINP-PBNA

Editor: Dwi Sudarlan
Istimewa
Sarwin, warga Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah yang sukses bertani sawit berkat pembinaan dari PT Surya Indah Nusantara Pagi (SINP) dan PT Persada Bina Nusantara Abadi (PBNA). 

Sekitar tahun 2007,  tutur Sarwin, PT SINP dan PT PBNA, anak perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk yang berlokasi di kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng) menggulirkan Program pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi.

Program yang diberi nama IGA atau Income Generating Activity itu punya tujuan mulia, yakni agar kehidupan sosial dan strata ekonomi warga juga bisa meningkat.

Tidak berpikir panjang, kesempatan itu langsung dimanfaatkan Sarwin dengan sebaik-sebaiknya.

Dengan tekad penuh, Sarwin yang juga merupakan tokoh adat, kemudian membentuk Kelompok Tani Simpul Lestari. Anggotanya ada 50 KK.

Setiap KK memiliki kebun kelapa sawit rata-rata seluas 2 hektar.

Melalui bimbingan manajemen PT SINP-PBNA, kelompok tani terus dibina untuk dapat meningkatkan produktivitas TBS-nya.

Dalam program ini, PT SINP-PBNA juga memberi kemudahan bagi kelompok tani berupa pinjaman bibit kelapa sawit dan pembinaan agar menjadi petani kelapa sawit yang berhasil.

“Masyarakat juga mendapatkan penyuluhan secara periodik mengenai cara bertanam sawit secara berkelanjutan serta banyak hal baru yang sebelumnya tidak diketahui,” kata Sarwin

Berbekal bimbingan dan penyuluhan itu, kemampuan kelompok sawit secara perlahan namun pasti terus meningkat.

Bahkan di tengah hantaman pandemi yang meluluh lantahkan perekonomian Indonesia, para petani masih bisa tersenyum karena hasil produknya TBS-nya tidak tergerus krisis.

Sarwin mengungkapkan, berkat sawit keluarganya bisa menikmati kehidupan yang jauh lebih baik dan sejahtera.

Saat ini, Sarwin bisa menyekolahkan dua anaknya di Jogjakarta.

“Satu anak saya kini menempuh pendidikan di INSTIPER. Satu lagi juga mengambil jurusan pertanian juga kuliah di Yogyakarta,” kata Sarwin.

Sarwin juga bisa bernapas lega. Pasalnya kerja kerasnya selama 14 tahun membuahkan hasil yang sepadan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved