berita palangkaraya

Transportasi Laut dan Udara Kalteng Bergairah Angkutan Penumpang dan Barang Makin Ramai

Penumpang pesawat maupun penumpang kapal laut semakin ramai diduga karena harga pemeriksaa PCR lebih murah dibandingkan dengan sebelumnya.

Editor: Fathurahman
faturahman/tribunkalteng.com
Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan Tengah. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kebijakan Pemerintah menurunkan biaya pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) sebagai salah satu syarat penumpang boleh naik pesawat maupun kapal laut diperkirakan yang menyebabkan jumlah penumpang moda transportasi udara dan laut ini makin ramai.

Penumpang pesawat maupun penumpang kapal laut semakin ramai dalam beberapa bulan ini, salah satunya karena harga pemeriksaa PCR lebih murah dibandingkan dengan sebelumnya.

Warga Kalteng semakin banyak bepergian keluar daerah menggunakan pesawat terbang atau kapal laut setelah adanya kebijakan pemerintah menurunkan biaya pemeriksaan PCR tersebut.

"Dulu memang masih mikir-mikir berangkat naik pesawat atau kapal, karena harga pemeriksaan PCR masih satu jutaan, saat ini, sudah turun separuhnya jadi masih bisa bepergian jika memang ingin berkunjung keluarga di Pulau Jawa,"ungkap Huzaifah salah satu warga Jalan Rajawali Kelurahan Bukit Tunggal Jekan Raya Palangkaraya, Jumat (3/12/2021).

Baca juga: Kejahatan di Medsos, Waspada Penipuan, Akun Palsu Mengatasnamakan Fairid Naparin-Umi Mastikah

Baca juga: Pelaksanaan Operasi Pasar di Kota Palangkaraya, Ini Lokasi dan Waktunya

Baca juga: Cegah Peredaran Narkoba Humas Polresta Palangkaraya Pasang Banner di Tempat Hiburan Malam

Berdasarkan data yang dilansir Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah terutama warga yang menggunakan jasa pesawat dan kapal laut maupun angkutan barang mengalami kenaikan.

"Jumlah penumpang angkutan laut dan udara selama Oktober 2021 
mengalami kenaikan dibanding September 2021, masing-masing naik 
sebesar 43,18 persen dan 56,81 persen," ungkap Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro.

Frekuensi penerbangan juga mengalami kenaikan 48,24 persen, dari 568 penerbangan  pada Bulan September 2021 menjadi 842 penerbangan Bulan Oktober 2021. 

"Jumlah penumpang angkutan udara naik 56,81 persen, dari 36.454 orang pada Bulan September 2021 menjadi 57.162 orang Pada Bulan Oktober 2021," katanya.

Lalu lintas barang menggunakan angkutan udara juga naik 36,84 persen, dari 809 ton  pada Bulan September 2021 menjadi 1.107 ton Bulan Oktober 2021.

Frekuensi kunjungan kapal laut di pelabuhan wilayah Kalimantan Tengah naik 0,14 persen, dari 717 kunjungan Pada Bupan September 2021 menjadi 718 kunjungan  Bulan Oktober 2021.

"Jumlah penumpang angkutan laut naik 43,18 persen, dari 17.278 orang 
Bulan September 2021 menjadi 24.739 orang  Bulan Oktober 2021," ujarnya lagi.

Lalu lintas barang menggunakan angkutan laut naik 21,25 persen, dari 1,28 juta ton Bulan September 2021 menjadi 1,55 juta ton Bulan Oktober 2021.

Dia menjelaskan, selama ini, aktivitas penumpang angkutan laut terkonsentrasi di Pelabuhan Kumai yakni sebesar  70,47 persen sementara volume arus barang di Pelabuhan Sampit  sebesar 29,53 persen. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved