Breaking News:

Berita Palangkaraya

Ular King Kobra Sepanjang Dua Meter Masuk Kamar Tidur Warga Hiu Putih Palangkaraya

Seekor ular masuk kamar salah satu warga Hiu Putih di Jalan Hiu Putih II Nomor 2, Bukit Tunggal, Jekan Raya, Kota Palangkaraya Rabu (1/12/2021)

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
Tim ERP untuk Tribunkalteng.com
Personel Tim ERP Animal Rescue, Hendra Herotama sedang mengevakuasi ular King Kobra yang masuk ke rumah warga Jalan Hiu Putih II, Rabu (1/12/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Seekor ular masuk kamar salah satu warga Hiu Putih. Tepatnya di Jalan Hiu Putih II Nomor 2, Bukit Tunggal, Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Ophiophagus Hannah atau sering disebut Ular King Kobra membuat pemilik rumah kaget.

Eric Christianto selaku pemilik rumah melaporkan pada Tim Emergency Response Palangkaraya (ERP).

“Eric melapor pada Tim ERP Animal Rescue bahwa ular berwarna emas masuk ke rumahnya, lebih spesifik kamar tidur,” ujar Tim ERP Animal Rescue dan Penanggung Jawab Lapangan, Hendra Herotama, Rabu (1/12/2021).

Baca juga: Perbandingan Ular King Kobra Hiu Putih Palangkaraya dengan King Kobra Garaga Panji Petualang

Tim ERP Animal Rescue langsung menuju lokasi ditemukannya ular King Kobra, yang sudah lebih berkoordinasi dengan pelapor sebelum berangkat.

“Kita sudah mempersiapkan tongkat penjepit ular dan peralatan lainnya guna evakuasi Ular King Kobra,” kata Hendra Herotama.

Saat memasuki kamar tidur, tim langsung melakukan evakuasi pada ular.

“Tim langsung melakukan penanganan terhadap ular, kurang lebih 5 menit ular berhasil diamankan dan dievakuasi,” ungkap Hendra Herotama

Ular King Kobra yang berhasil diamankan memiliki panjang 2 meter.

Diperkirakan ular masih berusia remaja melihat dari ukuran tubuh dan panjang Ular King Kobra.

“Setelah berhasil dievakuasi, ular diamankan dan dibawa oleh Tim ERP Animal Rescue,” ucap Hendra Herotama.

Baca juga: Ular Piton Sepanjang 4 Meter Mangsa Hewan Ternak Warga Adonis Samad

Jelasnya, Ular King Kobra akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Tengah.

Akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya di alam liar, terutama habitat aslinya yang jauh dari pemukiman dan jangkauan warga.

“Hal ini dilakukan agar terjaga kelestariannya sebagai salah siklus rantai makanan di alam,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved