Breaking News:

Berita Palangkaraya

Varian Baru Covid-19 Lebih Berbahaya, Ini Antisipasi Tim Satgas Covid Kalteng

Varian Baru Covid-19 Lebih Berbahaya Tim Satgas Covid Kalteng siap melaksanakan SE yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat untuk pencegahan penyebaran

Penulis: Muhammad Lamsi | Editor: Sri Mariati
IST
Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kalteng Erlin Hardi 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Beredar informasi munculnya varian baru Covid-19, yang disebut lebih mengkhawatirkan daripada varian Delta dan lainnya.

Muncul varian baru itu ialah virus Covid-19 B.1.1.529 atau Omicron yang berasal dari Afrika, kini tengah menjadi perhatian.

Seperti diketahui WHO telah mengumumkan Omicron menjadi variant of concern (VOC) maknanya, varian baru ini lebih mengkhawatirkan.

Epidemiologi Indonesia dari Griffith University, Dicky Budiman menyebut omicron menjadi varian baru yang langsung ditetapkan jadi variant of concern.

Namun sampai saat ini belum ada info mengenai masuknya Covid-19 varian baru ini di Negara Indonesia.

Untuk itu Pemerintah Indonesia melalui Satgas Penanganan Covid-19 hari ini mengeluarkan Surat Edaran No. 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 

Baca juga: PPKM Level 2 Patroli Satgas Covid -19 Sasar Penerapan Prokes Tempat Usaha di Palangkaraya  

Baca juga: China Heboh Paket Belanja Online Tularkan Covid-19, Sentuh Kiriman Parsel Wajb Tes

Surat edaran ini berlaku mulai dari hari ini Senin (29/11/2021) hingga waktu yang ditentukan nantinya

Begitu juga dengan Provinsi Kalimantan Tengah, sebagai antisipasinya juga menerapkan peraturan dari Pemerintah Pusat.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kalimantan Tengah, Erlin Hardi.

Baca juga: Tim Satgas Penanganan Covid -19 Palangkaraya Waspadai Bom Waktu Penyebaran Covid -19

"Untuk pencegahan dan antisipasi itu ada, tentunya mengacu pada surat edaran dari satgas penangan Covid-19 No. 23 tahun 2021," ujarnya pada TribunKalteng.com, Senin (29/11/2021).

Ia juga menyampaikan bahwa sesuai Surat Edaran No. 23 tahun 2021 ini lebih kepada peraturan perjalanan internasional.

Adapun isi surat edaran tersebut antara lain adalah penutupan sementara pintu masuk ke Indonesia dari wilayah dengan transmisi komunitas kasus Omicron dengan negara yang secara geografis berdekatan. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved