Berita Palangkaraya

Banjir Jalan Trans Kalimantan Kalteng Surut Travel Angkutan Penumpang Kembali Beroperasi

Sejumlah jalan Trans Kalimantan penghubung antar kabupaten dan provinsi di Kalimantan Tengah kini sudah kembali normal karena jalan tidak banjir lagi.

Penulis: Pangkan B | Editor: Fathurahman
Pangkan B / tribunkalteng.com
Suasana loket pembelian tiket keberangkatan Cv Bintang Baru pasca banjir yang melanda Kalimantan Tengah, Senin (29/11/2021) 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA -Sejumlah jalur jalan Trans Kalimantan pengubung antar kabupaten dan provinsi di Kalimantan Tengah kini sudah kembali normal.

Aktifitas angkutan penumpang dan barang yang dulunya tergangggu kini kembali lancar untuk melintas di arah Palangkaraya -Banjarmasin, Palangkaraya-Buntok maupun Palangkaraya -Sampit.

Wakil Kepala Cabang CV Bintang Baru Palangkaraya, Rahmah Nur Faridah mengungkapkan, saat ini lalulintas kendaraan jalur darat kembali lancar sehingga pihaknya  kembali nornal beroperasi.

Dia menjelaskan, pihaknya sempat menaikkan tarif angkutan penumpang lantaran penumpang harus  estapet saat kendaraan melewati jalur banjir sehingga ada tambahan biaya untuk naik kelotok penyeberangan penumpang.

“Sekarang sudah normal kembali, tarif pun kembali normal menjadi 150 ribu yang asalnya 200 ribu,” ungkap Rahmah Nur Faridah, Senin (29/11/2021).

Baca juga: PPKM Level 2 Patroli Satgas Covid -19 Sasar Penerapan Prokes Tempat Usaha di Palangkaraya  

Baca juga: NEWS VIDEO, Banjir Palangkaraya, Sampah Akibat Banjir Menutupi Jalan Kawasan Flamboyan Bawah

Baca juga: PKBM Luthfillah Jadi Tempat PPL Mahasiswa Prodi Magister PLS Universitas Palangkaraya

Menurut dia, kenaikan tarif karena adanya pandemi Covid-19, karena yang awalnya dalam 1 armada berisikan 7 penumpang. "Sekarang hanya boleh 5 penumpang saja dalam 1 angkutan,” kata Rahmah.

Surutnya banjir membuat roda perekonomian dan mata pencaharian kembali bergerak.

Banjir yang terjadi sangat besar pengaruh pada perekonomian dan pendistribusian barang dan orang apabila banjir melanda urat nadi jalur darat.

Rahmah menceritakan saat banjir usaha jasa angkutan travel milik mereka sempat terhenti khususnya pelayanan arah Palangkaraya- Sampit.

“Angkutan umum menuju Buntok, Tamiang Layang, Kapuas, dan Banjarmasin kami menggunakan kelotok dan sistem estafet. Namun, untuk arah Palangkaraya-Sampit dan sebaliknya tidak bisa melintas,” ungkap Rahmah Nur Faridah.

Naiknya debit air akibat hujan deras, membuat air sungai di pinggir Jalan Pintas Kereng Pangi meluap.Akibatnya gorong-gorong tidak kuat menahan sehingga jalan terputus.

“Saat banjir di Jalan Pintas Palangkaraya-Sampit, kami tidak menerima penumpang sama sekali. Karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk melintas, sehingga kami menutup angkutan umum antar daerah menuju Sampit dan Palangkaraya,” jelas Rahmah Nur Fatidah. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved