Breaking News:

Berita Palangkaraya

UMP Kalteng 2022, Apindo Kalteng Dukung Kenaikan Upah yang Ditetapkan Pemprov

UMP 2022, Apindo Kalteng mendukung kenaikan UMP Kalteng2022 sebesar Rp2. 922.516,hal itu diungkapkan Ketua Apindo Frans Martinus

Editor: Sri Mariati
Tribunnews.com
Ilustrasi uang UMP Kalteng 2022 Apindo Kalteng mendukung kenaikan yang ditetapkan Pemprov Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalteng, mendukung Penetapan Upah Minimum Provinsi atau UMP Kalteng 2022, sebesar Rp2. 922.516 oleh Pemprov Kalteng.

Menurut Ketua APINDO Kalteng Frans Martinus, besaran UMP Kalteng 2022 sebesar Rp 2. 922.516 dianggap wajar. Sebab sebelumnya pemprov kalteng malah tidak menaikan UMP pada 2021.

“Saya pikir mendukung ya kebijakan penetapan besaran UMP Kalteng 2022 oleh pemprov kalteng karena itu sesuai UU dan PP, serta ada rumus perhitungannya,” ujarnya kepada Tribunkalteng.com, Kamis (25/11/2021).

Frans Martinus mengatakan, walaupun kenaikan UMP Kalteng 2022 ini hanya nol koma persen saja, dari batas upah minimum nasional di atas satu persen yang ditetapkan pemerintah cukup mengakomodir untuk pengupahan para pekerja.

Baca juga: Pemprov Kalimantan Tengah Tetapkan UMP 2022 Sebesar Rp2.922.516, Naik hanya Rp19.372

“Karena kondisi seperti saat inipun dari aspek pertumbuhan ekonomi tentu berpengaruh dan harusnya dipahami,” bebernya.

Dari sisi Apindo Kalteng sendiri, dituntut bagaimana pengusaha dapat berkreasi dan berinovasi ditengah situasi pandemi terjadi saat ini.

Untuk dapat membantu pemerintah mengatasi dan mendorong pertumbuhan dan pemulihan ekonomi.

“Itulah bagaiman para pelaku usaha ataupun pengusaha ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang baik di Kalteng,” ungkap Frans Martinus.

Baca juga: UMK Palangkaraya Tinggal Diteken Wali Kota, UMK Kotim Naik 0,99 Persen Jadi Rp 3.014.732

Baca juga: AJI Indonesia dan LBH Pers, Menilai UMP 2022 Tak Berpihak ke Pekerja Media, Bisa Berdampak ke Publik

Terkait kenaikan UMP Kalteng 2022 hanya Rp19.372 saja, Ketua REI Kalteng inipun menganggap kenaikan cukup dan masih wajar.

Kalau dinilai tidak cukup dan wajar karena kebutuhan setiap orang tentu sangat berbeda-beda.

“Saya pikir kenaikan mendekati angka 20 ribu rupiah itupun cukup wajar dari pemerintah,” ucap Frans Martinus.

Sementara itu, saat ditanyakan adanya aksi demo yang tak puas kenaikan UMP 2022 ini di berbagai daerah, yang dianggap masih belum bisa mengakomidir keinginan dari pekerja.

Frans Martinus menilai, hal tersebut sah-sah saja, setiap orang ataupun buruh bebas untuk bersuara dan menyampaikan pendapatnya

“Kalau ada aksi seperti itu, tentunya sah-sah saja, bebas untuk menyampaikan dan bersuara,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved