Breaking News:

Berita Palangkaraya

Eksistensi TBBR di Kalteng Ingin Turut Melestarikan Adat Budaya Lokal Kalimantan Tengah

Pengurus Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kamis,  (25/11/2021) memperkenalkan diri hadir di Kalteng ingin turut melastarikan adat budaya lokal.

Editor: Fathurahman
faturahman/tribunkalteng.com
Pengurus organisasi Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kalimantan Tengah, Kamis(25/11/2021) memperkenalkan diri hadir di Bumi Tambun Bungai untuk juga melastarikan adat budaya lokal. 

 TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pengurus organisasi Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kamis,  (25/11/2021) memperkenalkan diri bahwa mereka hadir di Kalimantan Tengah ingin turut serta melastarikan adat budaya lokal.

Wakil Ketua atau Pengurus Wilayah TBBR KaltengKimang menjelaskan, mereka perlu memperkenalkan diri dihadapan warga Bumi Tambun Bungai dengan tujuan diantaranya  ingin turut serta melestarikan adat budaya lokal.

Kimang yang didampingi sejumlah pengurus TBBR Kalteng lainnya menjelaskan, pembentukan organisasi di Kalteng tersebut awalnya dari Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kota Mentaya yang saat ini juga dibentuk di kabupaten lainnya hingga tingkat provinsi.

Baca juga: UMK Palangkaraya 2022 Pemerintah Kota Tetapkan Sebesar Rp2.972.541 Naik Rp40.867

Baca juga: Banjir di Kalteng, Mensos Tri Rismaharini Sebut Pentingnya Pemetaan Pembuatan Lumbung Sosial Bencana

Baca juga: UMK Palangkaraya, Wali Kota Sudah Teken Penetapan, Kadisnaker Tetap Enggan Bocorkan Besarannya

Seiring dengan banyaknya kalangan muda warga lokal yang saat ini mulai kurang meminati budaya serta adat juga kesenian lokal, pihaknya terpanggil untuk kembali menggelorakan  pelestarian warisan nenek moyang dayak agar tidak punah dimakan zaman.

"Selain melestarikan seni, adat dan budaya dayak, kami juga sebagai benteng petahanan masyarakat adat budaya dayak yang tetap menjunjung tinggi NKRI," ujar Kimang yang juga Ketua Harian TBBR Kalteng ini.

Dia meminta keberadaan TBBR Kalteng jangan  dipandang miring atau diartikan dengan hal yang kurang baik, karena kehadiran organisasi TBBR Kalteng sudah secara legal dan mengikuti ketentuan yang diatur oleh negara.

Mereka yang bergabung dalam organisasi ini merupakan lintas agama, kepengurusanya di Kalteng sudah terbentuk  juga pulau borneo.

"Kami juga adalah asli orang dayak Kalteng yang juga tinggal di Kalteng. Kami mohon keberadaan kami bisa turut serta membangun Kalimantan Tengah khususnya pelestarian adat dan budaya kokal," ujarnya.

Selain Ketua Harian TBBR Kalteng Kimang, juga hadir pengurus TBBR Kalteng lainnya, yakni Ramang pengurus di Palangkaraya dengan gelar adat Mangku berasal dari Katingan, juga hadir Agustarahman asal Katingan Wakil Ketua DPC TBBR Kota Palangkaraya.

Selain itu, juga hadir Eko Susanto asal Kapuas menjabat sebagai Ketua TBBR Kapuas,  juga tampak hadir Robert sebagai Bendahara DPC TBBR Palangkaraya asal Barito Timur asli Dayak Manyan. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved