Breaking News:

Berita Kalteng

Banjir di Kalteng, Mobil Gunakan ‘Masker’ Agar Tak Masuk Air saat Melintas Desa Tumbang Nusa

Banjir di Kalteng, pengendara memasang penutup kap mobi atau masker agar tidak air masuk ke dalam mobil saat melintas Desa Tumbang Nusa yang banjir

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
Pangkan Bangel/Tribunkalteng.com
Banjir di Kalteng, supir sedang memasang plastik sebagai masker, menutup bagian depan filter kap mesin. Sehingga air tidak langsung masuk ke mesin mbobil saat menerobos banjir, Selasa (23/11/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, PULANG PISAU – Banjir di Kalteng di kawasan Tumbang Nusa, Pulang Pusau, masih bisa dilewati walaupun ketinggian air sampai kap mobil kendaraan roda empat.

Pengendara memiliki cara untuk mesin mobil tidak masuk atau terendam air saat melintas dengan cara menggunakan ‘masker’ saat Banjir di Kalteng ini.

Rahmanudin satu diantara supir angkutan yang memasang plastik atau banner besar untuk menutup bagian depan mobil.

“Banner digunakan agar air yang diterjang oleh mobil tidak masuk langsung ke lubang filter mesin mobil,” ujar Rahmanudin kepada Tribunkalteng.com.

Dia menjelaskan, mobil yang melintas berjalan dan membelah air otomatis sedikit bayak akan masuk ke bagian depan mobil.

Baca juga: Banjir di Kalteng, Banjir Bukit Rawi Surut Pengendara Waspada Kerusakan Jalan Dampak Banjir

Baca juga: Banjir Kalteng, Jalan Desa Tumbang Nusa Terendam, Stok dan Harga Bapok di Kota Cantik Masih Normal

“Yang jelas kalau pakai banner saat menerobos banjir, air tidak langsung ke bagian mesin. Banjir yang diterobos akan surut karena terbelah,” terang Rahmanudin

Dengan dipasangnya masker tersebut, mencegah atau menghalau air tidak mencapai mesin meski melalui bagian bawah.

Para pengguna kendaraan roda empat, melakukan hal tersebut untuk mengurangi dampak air yang masuk ke mesin mobil.

“Memang masih bisa mogok, tapi jika tidak dicoba tidak tahu hasilnya,” ungkap Rahmanudin.

Rahmanudin juga mengakui, mobilnya belum pernah mogok saat membawa penumpang melintasi Banjir di Kalteng.

Baca juga: Banjir Kalteng, Mayjen TNI Suharyanto: Segera ke Lapangan Pastikan Langsung Warga Aman dari Bencana

“Kalau mogok belum pernah, kalau bisa jangan. Nanti pendapatan saya berkurang kalau mobil mogok atau rusak,” ungkap Rahmanudin.

Jika dilihat lebih teliti, kegunaan banner untuk menutup bagian mesin depan mobil mirip seperti masker.

“Kalau manusia pakai masker karna takut Covid-19, mobil pakai masker karna takut kemasukan air,” tutupnya sambil tertawa. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved