Breaking News:

Berita Palangkaraya

Banjir Palangkaraya, Warga Menghancau dan Memancing di Saluran Air di Seberang Bandara Tjilik Riwut

Banjir Palangkaraya, naiknya debit air beberapa hari ini menguntungkan warga setempat untuk meemancing dan menghancau ikan di Bandara Tjilik Riwut

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
Pangkan Bangel/Tribunkalteng.com
Heri Santo sedang menunggu umpannya di sambar oleh ikan di saluran air berada di seberang Bandar Udara Tjilik Riwut, pada Senin (22/11/2021) sore. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Hujan yang masih terjadi di Kota Palangkaraya, membuat banjir palangkaraya naik walaupun beberapa hari air mulai surut, Selasa (23/11/2021).

Salah satu lokasinya adalah saluran air yang berada di seberang bandara Tjilik Riwut.

Naiknya debit air di saluran tersebut, membuat ikan-ikan yang berada di sungai atau parit berpindah terbawa arus.

Semakin tinggi air, semakin banyak pula ikan yang ada di saluran air.

Bahkan warga memanfaatkan naiknya air di saluran tersebut untuk mencoba peruntungan dengan Memancing ikan dan mehancau.

Heri Santo seorang warga yang Memancing ikan di lokasi saluran air seberang bandara Tjilik Riwut.

“Saya sudah 2 hari Memancing ikan di sini, lumayan dapat banyak ikan hari pertama memancing,” ungkap kepada Tribunkalteng.com.

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Wakil Rakyat Ingatkan Warga Terdampak Waspadai Penyebaran Penyakit

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto Tinjau Posko Pengungsian di Palangkaraya

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Warga Palangkaraya Khawatir Stok Sembako Menipis Dampak Banjir

Dia mengatakan, ikan yang ada di saluran air adalah Ikan Papuyu, Ikan Seluang, Ikan Sepat, dan Ikan Haruan/Gabus jika beruntung. Heri datang ke lokasi Memancing ikan pukul 14.30 WIB.

“Semakin sore biasanya warga yang memancing di saluran air depan bandara Tjilik Riwut semakin ramai,” jelasnya.

Selain Memancing ikan, terlihat beberapa warga menggunakan alat tradisional menangkap ikan Hancau.

Hancau sendiri terbuat dari jaring ikan berbahan dasar nilon.

Ukuran 2X2 meter pada sudutnya diberi palang pilah bambu yang menyilang.

Hancau dimasukkan di dalam air, setelah itu didiamkan beberapa saat kemudian.

Hancau akan diangkat dengan cepat jika permukaan hancau sudah terlihat banyak ikan. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved