Breaking News:

Berita Palangkaraya

Banjir Palangkaraya, Petani Kelurahan Kalampangan Gagal Panen Akibat Banjir Harga Sayur Naik

Banjir Palangkaraya, menyebabkan Petani sayur di kawasan Kelurahan Kalampangan gagal panen dan menyebabkan kerugian yang cukup besar.

Penulis: Muhammad Lamsi | Editor: Fathurahman
muhammad Lamsi / tribunkalteng.com
Nurul Khotimah, Petani di Kawasan Kelurahan Kalampangan Kota Palangkaraya yang mengalami gagal panen akibat ladangnya kebanjiran, Selasa (23/11/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Curah hujan tinggi mengakibatkan banjir terjadi dimana-mana termasuk melanda kawasan pertanian di Kelurahan Kalampangan Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah.

Banjir menyebabkan Petani sayur di kawasan Kelurahan Kalampangan gagal panen dan menyebabkan kerugian yang cukup besar.

Nurul Khotimah salah satu petani setempat, mengungkapkan banjir yang melanda lahan pertaniannya sudah berlangsung seminggu lamanya.

Sehingga mengakibatkan tanaman sayuran yang di tuai menjadi rusak dan gagal panen.

Baca juga: Polisi Kawal Proses Mediasi Perusahaan Sawit dan Aksi Damai TBBR di Petuk Berunai Palangkaraya

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Warga Menghancau dan Memancing di Saluran Air di Seberang Bandara Tjilik Riwut

Baca juga: Upaya Pulihkan Ekonomi Kalteng OJK Sediakan 200 Vaksin Bagi Warga Palangkaraya

Untung, saat ini banjir sudah surut sehingga sekarang sudah tidak kebanjiran lagi dan dia bisa menanam kembali dan memanen sayuran yang masih bisa dipanen.
‚Äč
"Kemaren ladang saya kebanjiran selama seminggu dan menyebabkan tanaman rusak dan  gagal panen," ucapnya kepada TribunKalteng.com, Selasa (23/11/2021).

Ia mengaku tanaman sayurnya mati dan gagal panen hanya sisa kangkung saja yang bertahan dan bisa dipanen.

"Saya menanam sayuran seperti, timun, kangkung, cabai, dan lain-lain, yang tersisa bisa dipanen hanya kangkung saja," ujarnya.

Diungkapkan, kerugian yang terjadi akibat gagal panen ini lumayan besar karena banjirnya berlangsung lama dan debitnya tinggi.

"Sebelumnya tidak pernah banjir seperti ini dan kerugian akibat gagal panen ini lumayan besira kisaran lima juta rupiah," ungkapnya.

Hal ini juga menyebabkan beberapa jenis sayuran di kota Palangkaraya mengalami kenaikan harga. Seperti yang diungkapkan penjual sayuran di Palangkaraya.

"Kenaikan beberapa jenis sayuran akibat lahan petani di Kalampangan kebanjiran juga pasokan sayur dari Kalsel terhambat akibat banjir ," jelas salah satu pedagang di Pasar Kahayan, Junai. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved