Breaking News:

Berita Pulang Pisau

Banjir di Kalteng, Banjir Tumbang Nusa Surut Pengendara Sepeda Motor Mulai Berani Terobos Banjir

Banjir di Kalteng, Trans Kalimantan Desa Tumbang Nusa Pulang Pisau sudah mulai surut, sehingga pengendara sepeda motor mulai berani terobos banjir.

Penulis: Muhammad Lamsi | Editor: Fathurahman
muhammad Lamsi / tribunkalteng.com
Kendaraan roda 2 yang menggunakan jasa penyeberangan di kawasan banjir di Desa Tumbang Nusa Kabupaten Pulang Pisau Kalteng, Selasa (23/11/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, PULANG PISAU - Banjir di Kalteng,  menggenangi kawasan Jalan Trans Kalimantan Di Desa Tumbang Nusa Kabupaten Pulang Pisau sudah sepekan terjadi.

Banjir di kawasan tersebut menyebabkan aktifitas lalulintas kendaraan  roda 2 maupun roda 4 terganggu.

Pantauan TribunKalteng.com, Selasa (23/11/2021), banjir di Tumbang Nusa sudah berangsur surut.

Pengendara roda 2 belum bisa melewati kawasan Tumbang Nusa karena harus naik kelotok menghindari banjir.

Meski begitu, sejumlah pengendara sepeda motor besar tampak nekat menerobos kawasan banjir Tumbang Nusa,

Gazali, salah seorang pengendara roda dua mengungkapkan, dia lebih memilih menggunakan jasa penyebrangan dibanding harus menerobos banjir.

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Petani Kelurahan Kalampangan Gagal Panen Akibat Banjir Harga Sayur Naik

Baca juga: Polisi Kawal Proses Mediasi Perusahaan Sawit dan Aksi Damai TBBR di Petuk Berunai Palangkaraya

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Anggota DPRD Minta Pengungsi Taat Pakai Masker di Tempat Penampungan

"Saya tidak ingin mengambil resiko untuk melewati kawasan banjir ini," ujarnya kepada TribunKalteng.com, Selasa (23/11/2021).

Ia mengungkapkan terpaksa melewati Jalan Trans Kalimantan di Desa Tumbang Nusa karena sudah lama tidak pulang ke kampungnya di Kota Kuala Kapuas.

"Saya melakukan perjalan ini karena rindu dengan orang tua saya yang ada di Kuala Kapuas karena sudah lama tidak pulang," ungkapnya.

Ahmad, salah satu penyedia jasa penyeberangan sepeda motor menggunakan sampan, mengtaakan biaya menyebrangi kawasan banjir tidak mahal.

"Satu buah sepeda motor hanya 30 ribu rupiah saja, itu sudah termasuk harga sepeda motor dan pengendaranya," ujar Ahmad. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved