Breaking News:

Berita Pulang Pisau

Banjir di Kalteng, Sopir Angkutan Sendal 12 Hari Tak Bisa Lewat Banjir Bukit Rawi Pulang Pisau

Banjir di Kalteng, jalan arah Palangkaraya ke Buntok Kabupaten Barito Selatan di Desa Bukit Rawi dan Penda Barania mulai surut.

Penulis: Muhammad Lamsi | Editor: Fathurahman
muhammad Lamsi / tribunkalteng.com
Para sopir angkutan barang roda 4 sedang berdiskusi dan melakukan pantauan banjir di Kawasan Bukit Rawi dan Desa Penda Barania, Minggu (21/11/2021)sebelum memutuskan nekat lewat menerobos jalan banjir. 

TRIBUNKALTENG.COM, PULANG PISAU - Banjir di Kalteng, jalan arah Palangkaraya ke Buntok Kabupaten Barito Selatan di Desa Bukit Rawi dan Penda Barania mulai surut.

Ini membawa harapan bagi sejumlah sopir angkutan barang yang selama ini tertahan untuk melewati jalur Trans Kalimantan poros tengah itu untuk kembali melintas.

Lokasi tersebut sudah sekitar sebulan lamanya terendam sejauh tiga kilometer lebih dengan ketinggiab hingga mencapai 1 meter sehingga  pengendara tak bisa lewat.

Sejumlah sopir angkutan roda empat terutama sopir angkutan harang tampak sedang melakukan jalan Desa Penda Barania dan Bukit Rawi di kawasan yang terendam air akibat luapan Sungai Kahayan.

Baca juga: Kebakaran di Palangkaraya, Perempuan Lansia Selamat dari Kobaran Api di Jalan Banteng Ujung

Baca juga: Breaking News: Bangunan dan Mobil Terbakar di Jalan Banteng Ujung Palangkaraya Malam Ini

Reporter TribunKalteng.com, Muhammad Lamsi, langsung memantau ke lapangan melaporkan kondisi banjir di Desa Penda Barania dan Bukit Rawi Kecamatan Kahayan Tengah Pulang Pisau.

Seperti yang terpantau pada Minggu (21/11/2021) kendaraan roda 4 yang bisa melintas hanya truk saja yang bisa melewati kawasan tersebut meskipun tampak air mulai surut dari ketinggian sebelumnya.

Sedangkan untuk kendaraan roda 2 yang ingin melewati kawasan banjir Desa Bukit Rawi tersebut hanya bisa menggunakan jasa penyeberangan getek saja yang estapet melalui jalur banjir.

Surutnya banjir di Kawasan Bukit Rawi ini membuat para sopir yang biasa melewati jalan ini melakukan pantauan jalan sebelum mereka berangkat melewati jalan banjir sejauh tiga kilometer lebih.

Satu diantara supir yang memantau kawasan ini adalah Ahmad, ia mengaku ingin melihat seberapa surut kawasan banjir di Bukit Rawi tersebut karena sudah lama  menunggu untuk bisa lewat.

"Hari ini saya memantau dulu situasi dan kondisi banjir di kawasan ini karena subuh nanti (hari ini-red) saya akan melewati kawasan ini menggunakan truk," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved