Breaking News:

Berita Kalteng

Banjir di Kalteng, Jajanan Penjual Pentol Diserbu Pengendara yang Antre di Kawasan Bukit Rawi

Banjir di Kalteng di kawasan Bukit Rawi membawa berkah bagi penjual pentol, salah satunya Gunawan yang mengaku pendapatannya meningkat 100 persen

Penulis: Muhammad Lamsi | Editor: Sri Mariati
Lamsi/Tribunkalteng.com
Banjir di Kalteng, Seorang Penjual pentol di kawasan banjir Bukit Rawi Desa Penda Barania, Kabupaten Pulang Pisau meraup untung menjual jajanannya di lokasi banjir tersebut, Minggu (21/11/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, PULANG PISAU - Banjir di Kalteng di kawasan Bukit Rawi Desa Penda Barania, dimanfaatkan para penjual jajanan pentol untuk menjual jajanannya di kawasan banjir tersebut.

Sembari menunggu antrean kendaraan roda 2 memakai feri untuk melewati daerah Banjir di Kalteng ini, mereka membeli jajanan pentol yang berada di sekitar.

Gunawan satu diantaran penjual pentol mengakui, berjualan di kawasan Banjir di Kalteng kawasan Bukit Rawi pendapatannya lebih dari 100 persen.

"Lumayan berjualan di sini untungnya bisa 100 persen lebih dan perhari saja saya bisa menghabiskan 600 sampai dengan 800 biji pentol," ucapnya kepada TribunKalteng.com, Minggu (21/11/2021).

Ia mengatakan, kebanyakan pelanggannya adakah para pengendara dan penumpang baik roda 2 maupun roda 4 yang ingin melewati kawasan banjir di sini.

Baca juga: Banjir Kalteng, Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto Tinjau Banjir di Palangkaraya dan Pulang Pisau

Baca juga: Banjir di Kalteng, Banjir Bukit Rawi-Penda Barania Semakin Surut Mobil Kecil Dilarang Melintas

Baca juga: Banjir di Kalteng, Gubernur Sugianto Minta Izin Terkait Hutan Tanaman Industri (HTI) Ditinjau Ulang

"Kebanyakan pengendara dan penumpang dari roda 2 maupun roda 4, mereka jenuh menunggu antrian akhirnya jajan pentol," jelas Gunawan.

Pantauan Tribunkalteng.com, kondisi air di kawasan banjir di Kalteng di kawasan Bukit Rawi ini sudah mulai surut, namun belum bisa dilewati mobil kecil.

Anggota Polantas yang berjaga di lokasi banjir dari Polres Pulang Pisau, Bripka Dodi mengatakan, banjir di jalur menuju Palangkaraya ke Barito Selatan, dan Gunung Mas tersebut berangsur surut.

“Saat ini banjir sudah terus surut, meski begitu pengendara mobil masih tidak boleh melintas terutama mobil kecil, karena kendaraan masih bisa terjebak banjir dan lubang jalan rusak di lokasi banjir,” ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved