Breaking News:

Berita Palangkaraya

Banjir Palangkaraya, Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto Tinjau Posko Pengungsian di Palangkaraya

Banjir Palangkaraya, Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto meninjau posko pengungsian banjir yang ada di Kota Palangkaraya, Minggu (21/11/2021).

Penulis: Muhammad Lamsi | Editor: Fathurahman
Pangkan B / tribunkalteng.com
Kepala BNPB saat meninjau lokasi posko pengungsian dan dapur umum di Jalan Arut Kota Palangkaraya, Minggu (21/11/202 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Banjir Palangkaraya, Kepala  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto meninjau beberapa posko pengungsian banjir yang ada di Kota Palangkaraya, Minggu (21/11/2021).

Posko yang didatangi antara lain posko dan dapur umum di Jalan Arut, Posko Pengungsian di Gor KONI Sanaman Mantikei, serta memantau banjir dan posko pengungsian di Pasar Kahayan.

Ia mengapresiasi kinerja dapur umum yang ada di Jalan Arut, serta memastikan bantuan dan kecukupan dan keamanan warga yang mengungsi baik di posko pengungsian di Gor Koni Sanaman Mantikei ataupun di Posko  Jalan Arut, dan posko Pasar Kahayan.

Sebelumnya Mayjen TNI Suharyanto beserta rombongan tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya pada Sabtu (20/11/2021) Sekira pukul 15.00 WIB dengan menggunakan pesawat caravan.

Setibanya di Palangkaraya, Suharyanto menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Banjir di Wilayah Kalimantan Tengah.

Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa kehadiran BNPB di Kalimantan Tengah merupakan wujud kepedulian pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam rangka membantu menangani banjir yang terjadi di Bumi Tambun Bungai.

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Warga Palangkaraya Khawatir Stok Sembako Menipis Dampak Banjir

Baca juga: Banjir di Kalteng, Gubernur Sugianto Minta Izin Terkait Hutan Tanaman Industri (HTI) Ditinjau Ulang

Baca juga: Banjir di Kalteng, Empat Daerah di Kalteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

"Kehadiran kami disini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah," ujar Suharyanto.

Di samping itu, Kepala BNPB juga menegaskan bahwa dalam penanganan darurat, pemenuhan hak-hak para warga terdampak banjir harus dipenuhi. Dalam hal ini, keselamatan jiwa masyarakat harus diutamakan dan diprioritaskan.

"Sekaligus saya sampaikan, untuk saat ini yang utama adalah keselamatan jiwa yang menjadi hukum tertinggi. Setelah itu, mohon hak-hak dasar sebagai manusia segera dipenuhi seperti makanan, selimut, matras dan tenda," tambah Suharyanto.

Mantan Pangdam V Brawijaya ini juga menekankan, diharapkan kejadian banjir ini tidak berulang di tahun depan. Adapun hal itu dapat dicapai dengan program jangka panjang yakni memperbaiki dan memulihkan fungsi lingkungan yang hanya dapat dilakukan dengan sinergitas antar seluruh komponen, mulai dari pemerintah, masyarakat, akademisi, komunitas, dunia usaha hingga media massa.

"Semoga kejadian banjir ini, tidak berulang di Tahun 2022, kalaupun terjadi dampaknya harus lebih kecil dari sebelumnya," kata Suharyanto. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved