Breaking News:

Berita Kalteng

Banjir di Kalteng, Gubernur Sugianto Minta Izin Terkait Hutan Tanaman Industri (HTI) Ditinjau Ulang

Banjir di Kalteng,Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran meminta perizinan terkait HTI ditinjau ulang atau tidak terlalu mudah dikeluarkan.

Editor: Fathurahman
Pangkan Bangel/Tribunkalteng.com
Banjir palangkaraya, H Sugianto Sabran dan H Edy Pratowo tinjau tempat pengungsian Mendawai, Jumat (19/11/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Banjir di Kalteng yang cukup parah melanda lima kabupaten dan kota dalam dua pekan ini, mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Pusat.

Banjir yang terjadi kali ini lebih parah dari banjir yang terjadi sebelumnya sehingga patut mendapat perhatian serius banyak pihak salah satunya Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran bersama jajarannya.

Dia menyoroti pemberian izin untuk hutan tanaman industri (HTI) yang terkesan tidak melalui perhitungan yang matang sehingga diduga salah satu penyebab terjadinya banjir.

Gubernur H Sugianto Sabran mencontohkan terjadinya pendangkalan sungai dapat diakibatkan oleh proses penanaman Hutan Tanaman Industri (HTI) atau sawit di sekitar bantaran sungai yang tidak memperhatikan “ekosistem” hayati.

Baca juga: Banjir di Kalteng, Empat Daerah di Kalteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

Baca juga: Banjir Kalteng, Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto Tinjau Banjir di Palangkaraya dan Pulang Pisau

H Sugianto Sabran meminta agar perizinan terkait HTI ditinjau ulang atau tidak terlalu mudah dikeluarkan, termasuk meminta pembangunan rumah dan jembatan memperhatikan kondisi wilayah dan tinggi permukaan air saat musim hujan.

“Saya minta komitmen kita, Bupati dan Wali Kota untuk tidak keluar daerah ketika mengeluarkan surat tanggap darurat sebagai bentuk tanggung jawab kita sebagai kepala daerah,” tegas Gubernur Sugianto Sabran.

Gubernur H Sugianto Sabran bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto saat kunker ke Kalteng menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Banjir di Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), bertempat di Aula Jayang Tingang, Lantai II Kantor Gubernur, Sabtu (20/11/2021) kemarin.

Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto, mengharapkan, kejadian saat ini tidak kembali terjadi di tahun 2022 mendatang sehingga pihaknya mengupayakan target jangka menengah.

"Kami akan melakukan pendampingan dalam membentuk atau melakukan kegiatan agar kejadian bencana seperti yang terjadi saat ini tidak terjadi di tahun depan,” tegasnya.

Baca juga: Banjir di 10 Kecamatan di Kapuas Hulu, 42.585 Jiwa Terdampak Banjir

Baca juga: Diduga ODGJ, Kakek 85 Tahun Ditemukan Mengapung di Lokasi Banjir Gang Madura Palangkaraya

Kunjungan kerja Kepala BNPB ke Kalteng sebagai wujud kepedulian Pemerintah Pusat terhadap Pemerintah Daerah.

Dia menjelaskan  banjir kali ini terjadi selain curah hujan tinggi juga akibat fenomena alam La Nina sehingga daya dukung alam dan lingkungan untuk menerima air yang sudah tidak sama seperti dulu. “Ini juga harus kita cermati dan sadari bersama,” ujarnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved