Breaking News:

Berita Pulang Pisau

Video Rezeki Tarik Mobil dan Angkut Motor dari Banjir di Kalteng Kawasan Desa Tumbang Nusa

Ada rezeki di balik Banjir di Kalteng, kawasan Desa Tumbang Nusa, Pulang Pisau

Editor: Dwi Sudarlan

TRIBUNKALTENG.COM, PULANG PISAU - Ada rezeki di balik Banjir di Kalteng, kawasan Desa Tumbang Nusa, Pulang Pisau.

Mobil-mobil ukuran kecil tidak disarankan menerobos, karena banyak mobil berukuran sedang yang mogok saat menerjang Banjir Kalteng di kawasan sebelum Jembatan Tumbang Nusa dari arah Palangkaraya.

Karena tingginya Banjir di Kalteng ini, ada juga pengendara mobil yang nekat mematikan mesinnya lalu mobil ditarik oleh mobil bak terbuka atau truk hingga bibir Jembatan Tumbang Nusa.

Namun, mereka harus membayar jasa penarikan mobil sebesar Rp 250 ribu.

Bagaimana dengan sepeda motor? Sangat dianjurkan untuk tidak menerobos karena mesin pasti kemasukan air lalu mogok.

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Air Kawasan Flamboyan Bawah Berangsur Surut, Warga Takut Air Kembali Naik

Baca juga: Banjir di Kalteng, Banjir Jalur Kasongan-Kereng Pangi Surut Pengendara Tetap Waspada Jalan Rusak

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Pasar Kahayan Terendam Pedagang Terpaksa Berjualan di Selasar Gedung

Ada beberapa perahu dan mobil bak terbuka yang bisa digunakan untuk menyeberangkan motor dengan bayaran rata-rata Rp 30 ribu.

Arus lalu lintas menuju dan dari Jembatan Tumbang Nusa hingga hari ini masih terhambat di kawasan Desa Tumbang Nusa, Pulau Pisau.

Ruas Jalan Trans Kalimantan dekat Jembatan Tumbang Nusa yang terparah direndam air Banjir di Kalteng  berada sekitar 500 meter sebelum Jembatan Tumbang Nusa dari arah Kota Palangkaraya, tepatnya di Desa Tumbang Nusa.

Dari Palangkaraya, untuk bisa masuk Jembatan Tumbang Nusa, tidak bisa langsung menuju ke sana.

Kendaraan roda 4 ke atas harus antre berjam-jam karena petugas gabungan Polri, TNI, Dishub dan BPBD melakukan sistem buka tutup atau bergantian dari arah Palangkaraya dan sebaliknya.

Berdasar pantauan, antrean kendaraan bermotor mengular hingga sekitar 2 kilometer.

Selain itu, tingginya banjir juga menghambat pergerakan kendaraan bermotor yang nekat menerobos banjir.

Ketinggian banjir di kawasan bervariasi antara setinggi mata kaki hingga 80 sentimeter, bahkan diduga ada bagian ruas jalan yang cekung sehingga ketinggian air mencapai 100 sentimeter.

Berdasar pantauan Tribunkalteng.com yang pagi tadi menyusuri jalur Palangkaraya ke Jembatan Tumbang Nusa, tidak sedikit mobil yang mogok saat berusaha menerobos banjir. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved