Breaking News:

Berita Palangkaraya

Pemprov Kalimantan Tengah Tetapkan UMP 2022 Sebesar Rp2.922.516, Naik hanya Rp19.372

Pemprov Kalimantan Tengah tetapkan UMP 2022 Sebesar Rp2.922.516, Naik hanya Rp19.372 hal itu berdasarkan perhitungan rumus yang sudah ditetapkan

Editor: Sri Mariati
Sri/Tribunkalteng.com
Pertemuan yagn digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng merilis penetapan UMP 2022 Kalteng, di aula setempat, Jumat (19/11/2021) sore. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Sesuai dengan instruksi pemerintah pusat, melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI untuk menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah secara resmi menetapkan UMP 2022, sebesar Rp2. 922.516, dari UMP 2021 sebesar Rp2.903.144, atau naik hanya Rp19.372 saja.

Hal tersebut Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 188.44/442/2021 tanggal 19 November 2021.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan Tengah Syahril Tarigan, penetapan tersebut berdasarkan beberapa indikator perhitungannya.

“Maka besaran tersebut setelah dirapatkan dengan dewan pengupahan dan serikat buruh maka disepakati besaran UMP Kalteng 2022,” ujarnya di aula kantor setempat, Jumat (19/11/2021) sore.

Baca juga: Bappedalitbang Kalteng Gelar Rakor Tingkatkan Kualitas SDM di Kalimantan Tengah

Baca juga: Inflasi di Kalimantan Tengah Bulan Oktober 2020-2021 mencapai angka 3,09 Persen

Jelas Syahril Tarigan, perhitungan besaran UMP Kalteng 2022 tersebut tidak mengacu pada rata-rata nilai upah minimum yang ditetapkan Kemenaker 1,09 persen.

Karena mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, yang kemudian diturunkan melalui PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan.

Sebab mereka bersama dewan pengupahan melakukan perhitungan indikator diantaranya inflasi daerah, pertumbuhan ekonomi, rata-rata konsumsi perkapita, rata-rata jumlah rumah tangga, atau anggota keluarga yang bekerja penduduk Kalimantan Tengah.

“Tentunya perhitungan jumlah besaran UMP 2022 ini tentunya setiap daerah pasti akan berbeda pula,” ucapnya.

Ujar mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Kalteng ini, rumus yang mereka gunakan untuk menghitungan besaran UMP 2022 ini berbeda dari sebelumnya dari UU Cipta Kerja ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved