Berita Pulang Pisau

Banjir di Kalteng, Pemkab Pulang Pisau Larang Mobil Kecil Lewati Kawasan Banjir Desa Tumbang Nusa

Banjir di Kalteng, Pemkab Pulang Pisau memutuskan melarang kendaraan roda empat terutama mobil kecil melintasi ruas Jalan Desa Tumbang Nusa

Editor: Dwi Sudarlan
Lamsi/Tribunkalteng.com
Banjir di Kalteng, situasi arus lalu lintas terhambat akibat banjir di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng. Makin ke tengah. 

TRIBUNKALTENG.COM, PULANG PISAUBanjir di Kalteng, Pemkab Pulang Pisau memutuskan melarang kendaraan roda empat terutama mobil kecil melintasi ruas Jalan Trans Kalimantan kawasan Desa Tumbang Nusa.

Keputusan pelarangan kendaraan roda empat melintas di kawasan Banjir di Kalteng, Desa Tumbang Nusa itu diambil setelah Pemkab Pulang melakukan rapat dengan instansi terkait, Jumat (29/11/2021) malam.

Seperti diwartakan, dari arah Palangkaraya ke Jembatan Tumbang Nusa ada kawasan tergenang Banjir di Kalteng yakni di Desa Tumbang Nusa, sekira 500 meter dari 'jembatan panjang' penghubung Kalteng-Kalsel tersebut.

 “Hasil rapat diputuskan kendaraan roda empat kecil ditutup sementara melalui jalur banjir di Jalan Trans Kalimantan, Desa Tumbang Nusa,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulanga Bencana Daerah (BPBD) Pulang Pisau Salahudin, Jumat (19/11/2021).

Baca juga: Video Rezeki Tarik Mobil dan Angkut Motor dari Banjir di Kalteng Kawasan Desa Tumbang Nusa

Baca juga: Banjir di Kalteng, Tarif Tarik Mobil ke Jembatan Tumbang Nusa Rp 250 Ribu, Angkut Motor Rp 30 Ribu

Baca juga: Banjir di Kalteng, Banjir Tumbang Nusa Pulang Pisau Arah Palangkaraya-Banjarmasin Makin Meluas

Pelarangan didasarkan pertimbangan, kendaraan roda empat terutama mobil kecil memang tidak bisa lagi melintasi kawasan itu. 

Kalaupun dipaksakan pasti akan mogok sehingga harus didorong. 

Bila itu terjadi, maka akan mengakibatkan terjadinya kemacetan dan panjangnya antrean kendaraan bermotor.

Sementara Kasatlantas Polres Pulang Pisau AKP Waryono mengungkapkan, ketinggian banjir di kawasan Desa Tumbang Nusa itu mencapai 80 sentimeter dengan panjang kawasan banjir 250 meter.

Kondisi itu membuat petugas melakukan sistem buka tutup untuk mengatur arus lalu lintas menuju dan dari Jembatan Tumbang Nusa.

Tingginya genangan air juga mengakibatkan terjadinya antrean panjang.

“Antrean kurang lebih dua kilometer dari arah Pulang Pisau ke Palangkaraya dan satu kilometer dari Palangkaraya ke Pulang Pisau,” kata AKP Waryono. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved