Breaking News:

Berita Palangkaraya

Banjir Palangkaraya, Sebagian Pegawai UPTD Pasar Kahayan WHF, Pelayanan Publik Terganggu

Banjir Palangkaraya, kantor UPTD UPTD Dinas Pedagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Palangkaraya ikut terdampak banjir diungkapkan Rawang

Editor: Sri Mariati
IST/Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian
Banjir Palangkaraya mengakibatkan kantor UPTD Dinas Pedagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Palangkaraya, di Pasar Kahayan terndam banjir, terpaksa aktivitas perkantoran terhenti. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Banjir Palangkaraya yang melanda Kota Palangkaraya hampir satu pekan ini, mengakibatkan seluruh aktivitas dan pelayanan publik terganggu.

Terendamnya kawasan Mendawai dan Pasar Kahayan akibat luapan Sungai Kahayan banjir palangkaraya, menyebabkan kantor UPTD Dinas Pedagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Palangkaraya ikut terdampak banjir.

Hampir aktivitas pelayanan publik kantor tersebut terganggu akibat banjir palangkaraya, bahkan sebagian besar pegawainya terpaksa memberlakukan Work From Home (WFH).

Hal tersebut diungkapkan Dinas Pedagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Palangkaraya, kepada Tribunkalteng.com, Jumat (19/11/2021).

“Ya terpaksa mereka WHF sekarang ini, hanya bagian administrasinya saja, karena tidak memungkinkan bekerja pada kondisi banjir di kantor saat ini,” ucapnya.

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Relawan Bantu Makanan Untuk Korban Banjir Buluh Merindu Palangkaraya

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Wali Kota Fairid Naparin: Jangan Sampai Ada Warga yang Terlantar dan Kelaparan

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Ibu dan Anak di Pahandut Seberang Terseret Deras Arus Air saat Melintas

Rawang mengatakan, untuk pegawai di lapangan seperti petugas kebersihan dan keamanan Pasar Kahayan tetap bekerja seperti biasa.

Hanya saja untuk waktunya tidak bisa maksimal mengingat kondisi banjir palangkaraya yang masih terjadi.

“Untuk petugas kebersihan dan keamanan seperti biasa saja,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangkaraya ini, proses pelayanan publik tidaklah 100 persen lumpuh.

Sebab pemberlakuan WFH ini, juga sudah diterapkan sejak terjadinya pandemi Covid-19 melanda Kota Cantik Palangkaraya.

Sehingga terjadinya banjir palangkaraya saat ini tentu tidak terlalu berpengaruh pada pelayanan publik.

“Karena ini situasional sifatnya, kalau untuk penagihan sewa blok sebagainya itu bisa dilakukan oleh petugas lapangan kami,” beber Rawang. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved