Berita Pulang Pisau

Banjir di Kalteng, Tarif Tarik Mobil ke Jembatan Tumbang Nusa Rp 250 Ribu, Angkut Motor Rp 30 Ribu

Banjir di Kalteng, arus lalu lintas menuju dan dari Jembatan Tumbang Nusa hingga hari ini masih terhambat di kawasan Desa Tumbang Nusa

Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Kalteng/Fahmi Setiadi
Antrean panjang kendaraan bermotor dari Palangkaraya menuju Jembatan Tumbang Nusa, Jumat (19/11/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, PULANG PISAU - Banjir di Kalteng, arus lalu lintas menuju dan dari Jembatan Tumbang Nusa hingga hari ini masih terhambat di kawasan Desa Tumbang Nusa, Pulau Pisau.

Ruas Jalan Trans Kalimantan dekat Jembatan Tumbang Nusa yang terparah direndam air Banjir di Kalteng  berada sekitar 500 meter sebelum Jembatan Tumbang Nusa dari arah Kota Palangkaraya, tepatnya di Desa Tumbang Nusa.

Dari Palangkaraya, untuk bisa masuk Jembatan Tumbang Nusa, tidak bisa langsung menuju ke sana.

Kendaraan roda 4 ke atas harus antre berjam-jam karena petugas gabungan Polri, TNI, Dishub dan BPBD melakukan sistem buka tutup atau bergantian dari arah Palangkaraya dan sebaliknya.

Berdasar pantauan, antrean kendaraan bermotor mengular hingga sekitar 2 kilometer.

Selain itu, tingginya banjir juga menghambat pergerakan kendaraan bermotor yang nekat menerobos banjir.

Ketinggian banjir di kawasan bervariasi antara setinggi mata kaki hingga 80 sentimeter, bahkan diduga ada bagian ruas jalan yang cekung sehingga ketinggian air mencapai 100 sentimeter.

Berdasar pantauan Tribunkalteng.com yang pagi tadi menyusuri jalur Palangkaraya ke Jembatan Tumbang Nusa, tidak sedikit mobil yang mogok saat berusaha menerobos banjir.

Mobil-mobil ukuran kecil tidak disarankan menerobos, karena banyak mobil berukuran sedang yang mogok.

Ada juga pengendara mobil yang nekat mematikan mesinnya lalu mobil ditarik oleh mobil bak terbuka atau truk hingga bibir Jembatan Tumbang Nusa.

Namun, mereka harus membayar jasa penarikan mobil sebesar Rp 250 ribu.

Bagaimana dengan sepeda motor? Sangat dianjurkan untuk tidak menerobos karena mesin pasti kemasukan air lalu mogok.

Ada beberapa perahu dan mobil bak terbuka yang bisa digunakan untuk menyeberangkan motor dengan bayaran rata-rata Rp 30 ribu.

Banjir Kalteng, di Desa Tumbang Nusa, warga penyedia feri penyeberangan menggunakan mobil pikap, untuk menaikkan sepeda motor agar tidak terkena banjir
Banjir Kalteng, di Desa Tumbang Nusa, warga penyedia feri penyeberangan menggunakan mobil pikap, untuk menaikkan sepeda motor agar tidak terkena banjir (Lamsi/Tribunkalteng.com)

Meski sudah melewati kawasan banjir, pengendara bukan langsung bisa bebas menyusuri jalan di Jembatan Tumbang Nusa.

Mereka juga harus kembali menjalani situasi padat merayap. 

Antrean kendaraan bermotor dari arah Pulang Pisau menuju Palangkaraya di Jembatan Tumbang Nusa mencapai sekitar 1 kilometer.

Kondisi makin semerawut karena ada pengendara yang tidak sabar keluar dari antren lalu melaju melalui jalur sebaliknya sehingga memunculkan kemacetan. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved