Breaking News:

Berita Pulang Pisau

Budidaya Jeruk di Lahan Gambut Menjanjikan, BRGM Berikan Bantuan Bibit Jeruk ke Petani

BRGM memberikan bantuan ekonomi berupa bibit jeruk kepada para petani di Desa Talio Hulu, Kecamatan Pandih Batu, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah

Editor: Dwi Sudarlan
BRGM
Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove pada saat memberikan bibit jeruk kepada masyarakat Desa Talio Hulu, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. 

TRIBUNKALTENG.COM, PULANG PISAU - Melihat potensi budidaya jeruk di lahan gambut sangat menjanjikan, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) memberikan bantuan ekonomi berupa bibit jeruk kepada para petani di Desa Talio Hulu, Kecamatan Pandih Batu, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Tanaman jeruk tersebut nantinya bisa dibudidayakan dengan metode tumpang sari bersama tanaman padi yang sebelumnya telah dikembangkan oleh BRGM.

Suradi, petani pertama yang mencoba menanam jeruk di lahan gambut di desanya mengatakan, ia justru lebih tertarik menanam jeruk dibandingkan menanam sayuran.

“Saya beranikan diri tanam tanaman keras di sini, salah satunya jeruk. Tanaman jeruk itu kan gak ganggu tanaman padi,” ujar Suradi saat bercerita awal mula menanam jeruk.

Baca juga: Bantu Petani Optimalkan Budidaya Padi Gambut, BRGM Perkenalkan Sistem Tata Kelola Air Mikro

Baca juga: Capaian Hasil Pertanian di Desa Talio Hulu Pulang Pisau Kalteng Dipuji Kepala BRGM

Baca juga: BRGM Gandeng PGI Gelar Sekolah Lapang Petani Gambut di Kalteng

Suradi pun mengaku jika budidaya tanaman jeruk bisa menambah penghasilannya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penghasilan tambahan bisa mencapai 6 juta perbulan dari 300 pohon jeruk yang dianamnya di Pematang 3 hektare sawah gambutnya.

“Pertama saya tanam jeruk, bibit itu saya beli mandiri, sekarang hasilnya sudah dijual. Pembelinya juga beragam biasanya datang sendiri, kadang ke rumah, kadang ke sawah. Harga jualnya kalau sama pedagang itu Rp8 ribu per kilogram, kalau sama pengecer Rp10 ribu per kilogram, kalau orang luar bisa jual Rp13 ribu per kilogramnya,”ungkapnya.

Sementara itu, Camat Pandih Batu, Sarjanadi, menyebut bibit jeruk dari BRGM ini sangat membantu masyarakat, terlebih jeruk merupakan salah satu komoditas buah unggulan nasional yang bernilai ekonomi tinggi.

“Tanaman jeruk ini saya lihat cukup bagus, cocok dan subur ya. Jeruk ini juga membawa ekonomi yang cukup tinggi, karena saya lihat jeruk-jeruk yang sudah ada di Kalimantan sudah banyak yang dikirim ke pulau Jawa, harga jeruk pun lumayan bagus dan menjanjikan,” sambung pria yang juga turut memotivasi warga mengembangkan budidaya jeruk.

Kepala Kelompok Kerja Kerjasama Hukum dan Hubungan Masyarakat BRGM, Didy Wurjanto mengatakan, bantuan ekonomi berupa pemberian bibit jeruk di Desa Talio Hulu diharapkan mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, terutama di masa pandemi.

“Selain padi, lahan gambut ini sebenarnya sangat potensial untuk ditanami tanaman pangan maupun hortikultura, salah satunya ya jeruk ini. Oleh karena itu BRGM memberikan bantuan bibit jeruk untuk dibudidayakan. Selain sangat menjanjikan, budidaya jeruk ini juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang potensial ke depannya bagi masyarakat,” ujar Didy Wurjanto.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved