Breaking News:

Berita Palangkaraya

Banjir Palangkaraya, Petuk Katimpun Banjir Akibat Luapan Sungai Rungan

Banjir Palangkaraya, Kawasan Petuk Ketimpun terendam banjir akibat luapan Sungai Rungan dengan debit air tinggi, hujan dan kiriman air wilayah lain

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
Pangkan Bangel/Tribunkalteng.com
Warga Petuk Katimpun berjalan melintasi banjir, meski air semakin naik, Kamis (18/11/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Petuk Ketimpun tak luput dari banjir palangkaraya yang terjadi saat ini. Ketinggian air di kawasan itu mencapai lutut orang dewasa, Kamis (18/11/2021).

Banjir palangkaraya di daerah Petuk Katimpun akibat luapan Sungai Rungan sejak Sabtu (13/11/2021). Sudah berlangsung selama 6 hari, dan meluas hingga ke jalan beraspal.

“Sudah dari hari Sabtu (13/11/2021), banjir naik ke aspal. Selama saya tinggal di sini, belum pernah air sampai ke aspal jalan dan merendam rumah,” kata warga Petuk Ketimpun Ramadhani kepada Tribunkalteng.com, Kamis (18/11/2021).

Warga di Petuk Katimpun masih bertahan di rumahnya masing-masing, dan mendapatkan bantuan dalam bentuk nasi bungkus dari warga lain.

Terdapat 3 RT yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Rungan di kawasan Petuk Ketimpun ini.

“RT 02 dan RT 01 sudah banjir selama 10 hari, karena dekat dengan aliran Sungai Rungan,” ungkap Ramadhani.

Sementara itu, Adriansyah warga RT 01 Petuk Katimpun menjelaskan ketinggian rumahnya mencapai tingginya 3 meter di atas tanah.

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Kawasan Wisata Pahandut Seberang Terendam, Warga Akui Belum Dapat Bantuan

Baca juga: Banjir Palangkaraya, 450 KK di Kawasan Bengaris, Kelurahan Tanjung Pinang Juga Terdampak Banjir

Baca juga: Banjir Palangkaraya, Warga Ponton Mulai Mengungsi, Tinggi Air Sepinggang Orang Dewasa

Namun air saat ini sudah setinggi pinggang. “Berarti kalau rumah saya juga terendam air berarti banjir kira-kira mencapai 4-5 meter,” ungkapnya.

Terang Adriansyah, di titik terdalam pun warga masih banyak yang bertahan di RT 01 dan RT 02 Petuk Katimpun.

“Aliran listrik di Petuk Katimpun belum ada pemutusan,” ungkap Adriansyah.

Belum ada laporan mengenai sengatan listrik di Petuk Katimpun.

Warga Petuk Katimpun berharap agar daerah atas tidak diguyur hujan, sehingga air tidak bertambah naik.

“Susah kalau banjir begini, akses jalan ke daerah RT lain jadi terhambat. Semoga banjir lekas surut,” tutup Ardiansyah.

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved