Berita Kalteng

Banjir Kalteng, Antrean Kendaraan Roda 4 Sepanjang 2 Km Dampak Banjir Desa Tumbang Nusa

Banjir Kalteng, antrean kendaraan roda 4 terjadi sepanjang 2 Km dampak banjir Desa Tumbang Nusa hal itu diungkapkan sejumlah pengedara

Penulis: Muhammad Lamsi | Editor: Sri Mariati
Lamsi/Tribunkalteng.com
Banjir Kalteng, pengendara roda 4 Muhammad Nurdin yang terjebak macet atau antrian di Desa Tumbang Nusa Kabupaten Pulang Pisau, karena terendam banjir, Kamis (18/11/2021). 

TRIBUNKALTENG.COM, PULANG PISAU – Banjir di Kalteng terjadi Jalan Trans Kalimantan di Desa Tumbang Nusa, kurang lebih 200 meter dari Jembatan Tumbang Nusa dari arah Kota Palangkaraya, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah.

Banjir di Kalteng yang merendam kawasan ini sekitar seminggu mengakibatkan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

Hal ini membuat pengendara roda 4 dan roda 2 sedikit terkendala akibat Banjir di Kalteng ini kurang lebih sepanjang 250 meter.

Seperti yang terpantau TribunKalteng.com pada Kamis (18/11/2021) antrean kendaraan roda 4 sepanjang hampir 2 Km.

Sedangkan untuk roda 2 tidak bisa melintasi kawasan ini, bagi roda 2 yang ingin melintas bisa menggunakan jasa penyeberangan yang disedikan oleh masyarakat sekitaran sini.

Baca juga: Banjir Kalteng, Jalan Desa Tumbang Nusa Terendam, Stok dan Harga Bapok di Kota Cantik Masih Normal

Baca juga: Banjir Kalteng, Warga Desa Tumbang Nusa Sediakan Jasa Penyeberangan Bagi Roda 2 Gunakan Pikap

Baca juga: NEWS VIDEO, Banjir di Kalteng, Pembangunan Infrastruktur Harus Matang untuk Jangka Panjang

Menurut keterangan satu diantara pengendara roda 4 Muhammad Nurdin, ia sudah hampir setengah jam terjebak kemacetan di sini.

"Sudah setengah jam lebih saya terjebak macet akibat banjir ini, dan rasanya sedikit takut karena harus melewati banjir ini," ucapnya.

Kebanyakan roda 4 yang melintasi kawasan banjir ini menutupi bagian kap mesinnya menggunakan terpal ataupun spanduk bekas.

"Gunanya menutup bagian mesin ini biar bisa sedikit menghambat air yang masuk ke dalam kap mesin mobil agar tidak kemasukan air," ujar Anshori salah satu pengemudi roda 4.

Aliran listrik di kawasan ini pun terpaksa dipadamkan untuk keselamatan masyarakat, imbas dari air yang semakin meninggi.(*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved