Breaking News:

Mulai Januari 2022, Bahan Mentah Bauksit Dilarang ke Luar Kalteng, Gubernur Lakukan Hilirisasi

Bahan mentah bauksit tidak bisa dibawa keluar dari Kalteng, harus diolah dulu minimal menjadi barang setengah jadi

Editor: Dwi Sudarlan
tribunkalteng.com/Fathurahman
Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran menegaskan mulai Januari 2022, bahan mentah bauksit dilarang dibawa keluar Kalteng 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Mulai Januari 2022, bahan mentah bauksit tidak bisa dibawa keluar dari Kalteng, harus diolah dulu minimal menjadi barang setengah jadi baru bisa meninggalkan Bumi Tambun Bungai ini.

Dalam pernyataan persnya, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran secara tegas mengatakan saat ini harus dilakukan hillirisasi industri di Kalimantan Tengah.

Dengan hilirasi itu, lanjut Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, akan bernilai lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

"Saya sudah menyurati kementerian terkait, bahwa bahan mentah bauksit per Januari 2022 tidak boleh keluar dari Kalimantan Tengah. Bahan mentah harus bisa diolah, minimal barang setengah jadi,” tegas Sugianto Sabran.

Baca juga: Gubernur Kalteng Sugianto Sabran Santai Tanggapi Ancaman Pembunuhan, Polda Tunggu Laporan Korban

Baca juga: News Video Gubernur Sugianto Sabran ke Kawasan Banjir Katingan-Kotim, Minta Bantuan Tidak Dikorupsi

Baca juga: Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran Geram di Saat Banjir, Praktik Pembalakan Liar Masih Terjadi

Di Kalteng, bauksit merupakan salah satu sumber dalam alam (SDA) yang melimpah.

Sementara untuk tingkat nasional, Indonesia memiliki cadangan bauksit sebanyak 2,96 miliar ton dan diperkirakan mencapai 92 tahun

"tidak bisa kita ekplorasi membabi buta tanpa memerhatikan dampak lingkungan dan nilai
manfaat yang dirasakan masyarakat," tegas Sugianto Sabran.

Ditegaskan dia, hilirisasi sangat penting karena berdampak pada kondisi perekonomian secara luas, di antaranya penyerapan tenaga kerja serta peningkatan PAD (pendapatan asli daerah) melalui pembangunan berbagai sektor strategis.

Oleh karenanya, hilirisasi merupakan salah satu fokus kebijakan Gubernur Sugianto Sabran dalam mengoptimalkan pengelolaan SDA agar dapat ditingkatkan nilai gunanya sebelum dipasarkan keluar daerah, serta mampu menyerap tenaga kerja setempat.

"Hilirisasi untuk menyejahterakan masyarakat Kalimantan Tengah, bukan untuk menyejahterakan
segelintir orang dan menyisakan dampak buruk khususnya bagi masyarakat setempat," jelasnya.

Meski demikian, Gubernur Sugianto Sabran menegaskan Pemprov Kalteng tetap menjamin iklim usaha khususnya keamanan dan kenyamanan berinvestasi.

Pemprov selalu selalu terbuka kepada semua investor serta memberikan layanan yang cepat dan tepat.

"Namun kami juga tidak akan ragu-ragu untuk bertindak tegas terhadap praktik berusaha yang tidak sesuai ketentuan,” tegas dia. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved